Gempa Kuat Mengguncang Ibu Kota Peru, Warga Berhamburan di Jalan -->

IKLAN ATAS

Gempa Kuat Mengguncang Ibu Kota Peru, Warga Berhamburan di Jalan

Rabu, 23 Juni 2021
Warga berhamburan ke jalan saat gempa bumi menerjang Lima, Peru. Foto/twitter


Lima
- Gempa kuat mengguncang Lima dan wilayah pesisir tengah Peru pada Selasa malam waktu setempat.


Belum ada laporan segera mengenai korban jiwa, terluka atau kerusakan akibat gempat tersebut


Pusat Seismologi Peru mengatakan gempa itu berkekuatan 6 Skala Richter (SR), sedangkan Survei Geologi Amerika Serikat yang memantau gempa bumi di dunia mematoknya pada magnitudo 5,8 SR.


“Gempa terjadi pada pukul 21:54 waktu setempat (Rabu 0254 GMT), dengan pusat gempa 33 kilometer barat daya Mala, sekitar 100 kilometer selatan Lima, dan pada kedalaman 32 kilometer,” ungkap pernyataan Pusat Seismologi Peru sebagaimana dikutip Sindonews.com.


Kerumunan penduduk di Lima, membanjiri jalan-jalan kota ketika gempa melanda. Lima merupakan rumah bagi 9,7 juta warga atau hampir sepertiga penduduk Peru.


“Itu adalah salah satu gempa bumi terkuat yang telah dirasakan di Lima dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap Hernando Tavera, kepala Institut Geofisika Peru.


“Ini gempa dengan kekuatan yang signifikan, kami memperkirakan gempa susulan,” papar dia.


Walikota Mala Sonia Ramos mengatakan kepada radio RPP bahwa pejabat kota sedang memeriksa kerusakan dan korban akibat gempa.


Saluran telepon terputus sementara di kota yang berpenduduk 32.000 jiwa itu. "Orang-orang keluar di jalan, ada laporan orang pingsan karena syok," kata Ramos.


“Di Lima, beberapa batu jatuh dari tebing setinggi 80 meter di sepanjang Costa Verde, di mana jalan yang sibuk di bawah memeluk pantai kota,” ungkap laporan televisi lokal.


Peru diguncang oleh belasan gempa bumi dengan kekuatan yang berbeda-beda setiap tahun karena terletak di cincin api Pasifik, wilayah yang sangat aktif secara seismik di mana lempeng tektonik Bumi bertabrakan.


Di Amerika, cincin itu membentang di sepanjang garis pantai Pasifik, dari Alaska hingga Chili selatan.


Ketegangan sudah memuncak di Peru saat negara itu menunggu hasil pemilu presiden 6 Juni, di mana kemenangan tipis Pedro Castillo dari sayap kiri ditantang oleh populis sayap kanan Keiko Fujimori.(*)