Gubernur Wajib All Out, Sumbar Peringkat Dua Covid di Luar Jawa -->

Gubernur Wajib All Out, Sumbar Peringkat Dua Covid di Luar Jawa

Jumat, 16 Juli 2021
H. Suwirpen Suib, S.Sos.


Padang, fajarsumbar.com - Wakil Ketua DPRD Sumbar H. Suwirpen Suib, S.Sos mendesak Gubernur Sumbar untuk all out atau bekerja keras untuk penanganan dan pengendalian Covid-19 di tingkat provinsi, termasuk mengkoordinasikan Bupati/Walikota untuk sinergi melawan Covid-19.


"Angka positif Covid-19 di Sumbar hari ini 1.006 orang, itu artinya Sumbar peringkat dua untuk luar Pulau Jawa di bawah Kalimantan Timur 1.724 orang positif Covid-19. Artinya Gubernur Sumbar bisa menunda kegiatan lain dan harus fokus mengurus penanganan Covid-19," kata Suwirpen Suib kepada pers, Jum'at (16/7) petang.


Target yang harus dicapai Gubernur adalah menurunkan jumlah positif Covid-19. Jangan biarkan angka ini naik terus, tentunya dengan cara memutus rantai penyebaran virus Covid-19 yaitu penegakan hukum protokol kesehatan.


"Seluruh aparat hukum, termasuk Satpol PP di kabupaten/kota harus satu standar yaitu menghukum pelanggar protokol kesehatan. Gubernur harus memimpin rapat Forkopimda Provinsi, Bupati/Walikota bersama Forkopimda Kabupaten/Kota untuk bersinergi dengan satu tekad memutus penyebaran Covid-19," kata wakil rakyat Suwirpen Suib, yang merupakan kader Partai Demokrat ini.


Terkesan selama ini Gubernur menyerahkan saja kepada kabupaten/kota dalam penanganan Covid-19, apa pun hasilnya. Cara ini tidak bisa dibiarkan lagi, karena sinergi secara provinsi harus dilakukan kalau Sumbar ingin Covid-19 melandai dan status PPKM Darurat beberapa daerah bisa diakhiri. "Saya minta Gubernur Mahyeldi benar-benar mengomandoi penanganan Covid-19 di Sumbar dan berada di garis depan. Tolong fokus ke Covid-19," kata Suwirpen Suib.


Menurut Suwirpen Suib yang akrab dipanggil Pak Haji ini, beberapa hal krusial yang wajib menjadi perhatian Gubernur dalam penanganan Covid-19 adalah memastikan kesiapan RS di seluruh Sumbar jika pasien Covid-19 terus bertambah, ketersediaan tempat isolasi, penegakan protokol kesehatan dan meningkatkan jumlah masyarakat Sumbar yang telah divaksin.


Dalam pantauan wakil rakyat yang murah senyum ini, penegakan protokol kesehatan di Sumbar masih lemah, terutama di tempat umum, seperti pasar, pusat kota dan kawasan olahraga. Juga pada angkutan umum di kabupaten/kota tampak masyarakat masih abai menggunakan masker.


"Gubernur Sumbar harus menjadi leader penanganan Covid-19, paling depan setiap waktu. Saya merindukan gaya Gubernur IP dulu berperang melawan Covid-19, nampak sinergi dengan kabupaten/kota, Satgas Covid-19, Rumah Sakit dan Labor Unand, sehingga pernah Sumbar jadi contoh penanganan Covid di Indonesia," kata Suwirpen Suib, yang juga Ketua Paguyuban Solok Saiyo Sakato (S3) Sumbar.


Situasi makin menaiknya jumlah positif Covid-19 di Sumbar akhir-akhir ini harus disikapi serius oleh Gubernur dan jajaran Satgas Covid-19 Provinsi Sumbar, dan pihak DPRD Sumbar pasti akan memberikan dukungan penuh demi keselamatan dan kesehatan masyarakat.


Harapan Suwirpen Suib kepada masyarakat Sumbar, mari mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak dan hindari kerumunan. Jika jumlah positif Covid-19 meledak terus maka yang akan rugi adalah masyarakat kita sendiri, dimana terjadi PPKM Darurat yang membuat kegiatan ekonomi menjadi lumpuh. (GK)