Industri Alsintan Sumbar Bangkit, Produk "Citra Dragon" Diminati -->

IKLAN ATAS

Industri Alsintan Sumbar Bangkit, Produk "Citra Dragon" Diminati

Sabtu, 17 Juli 2021

 


Sungai Sariak, fajarsumbar.com - Dahulu Sumatra Barat memiliki begitu banyak industri Alat Industri Pertanian (Alsintan) kurang lebih berjumlah 40 industri. Kejayaan industri Alsintan dulu itu kita bangkitkan kembali, sehingga akan terpenuhi permintaan pangsa pasar. Maka perekonomian masyarakat terus bergerak.


Hal itu diungkapkan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah didampingi Bupati Suhatri Bur ketika meninjau Industri Alsintan di Workshop "Citra Dragon" Sungai Sariak, VII Koto, Padang Pariaman, Jum'at (16/07/21), sehubungan mengamati dan perkembangan industri Alsintan di Sumbar.


Mudah-mudahan, kata Gubernur Mahyeldi,secara bertahap produk dari industri Sumbar bisa masuk kedalam e-katalog hingga tingkat Nasional, Citra Dragon ini umpamanya. Sehingga yang dihasilkan oleh Alsintan Sumbar akan dapat bersaing dengan produk lainnya.


"Sa'at ini, Provinsi Sumbar tengah  membuat pakan ternak sejalan dengan perkembangan industri Alsintan. Tentu akan membuka lapangan pekerjaan, mengingat kebutuhan daging Sumbar sangat tinggi" tegas Gubernur Mahyeldi.


Menurut dia, jika pakan ini berhasil, maka tidak perlu lagi mengimpor daging dari luar, sehingga dapat memenuhi kebutuhan daging tersebut. 


Gubernur Mahyeldi Ansharullah berpesan agar kesemua Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota serta seluruh perangkatnya bersama masyarakat untuk lebih mengoptimalkan potensi yang ada, seperti Industri Alsintan ini.


Sementara itu Bupati Suhatri Bur memberikan apresiasi atas perkembangan Industri "Citra Dragon" Sungai Sariak yang bermula hanya memproduksi tempat tidur. Kini, telah berkembang dan maju memproduksi bermacam Alsintan.


Katanya, seiring berjalannya waktu, Industri Citra Dragon dapat kembali bangkit dan bisa mempekerjakan  ratusan karyawan kembali sebagaimana sebelumnya.


"Semoga Citra Dragon Sungai Sariak dapat masuk dalam e-katalog Sumbar hingga Nasional," harap dia optimis.


Sementara itu, Direktur Citra Dragon Edi Putra, SE dalam sambutannya menceritakan sejarah Industri Citra Dragon yang berawal hanya bengkel biasa berdiri tahun 1976 lalu.


Dijelaskannya, seiring dengan perjalanan waktu dan dukungan dari Dinas Pertanian untuk "Citra Dragon" memberikan pelatihan perbengkelan.


Sehingga industri Citra Dragon, sebut Bujang panggilan akrab Edi Putra ini, bisa menjadi maju dan lebih berkembang berkat bimbingan dari Dinas Pertanian.


"Pencapaian ini bukanlah hal yang mudah. Beragam tantangan yang ditemui untuk menghadirkan produk Citra Dragon. Diantaranya pertentangan dari masyarakat yang menganggap sebuah persaingan dengan mengambil alih mata pencaharian mereka" cerita Bujang.


Alhamdulillah, sebut dia, alat yang dihasilkan indsutri Citra Dragon dapat diterima dan begitu banyak terpakai ditengah masyarakat. Kita punya prinsip industri, alat tepat guna sesuai dengan keadaan dilapangan.


"Bengkel Citra Dragon juga banyak menerima pesanan dari luar Daerah, pun sekaligus secara senang hati dan terbuka, bila ada masukan dari masyarakat untuk kemajuan dengan prinsip kepuasan pelanggan prioritas utama," ungkap Edi Putra tersenyum.(r-saco).