Pemkab Gelar Pelatihan DAK Air Minum, Walinagari Banyak tak Hadir Bupati Solsel Taburansang -->

IKLAN ATAS

Pemkab Gelar Pelatihan DAK Air Minum, Walinagari Banyak tak Hadir Bupati Solsel Taburansang

Rabu, 07 Juli 2021
Bupati Solok Selatan.H.Khairunas didampingi Kadis LH Nopi Hendrix saat pembukaan pelatihan dana DAK air minum, Rabu (7/7/2021).

Solsel, fajarsumbar.com - Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar) launching kegiatan dan pelatihan DAK air minum tahun 2021 di Pesona Alam Sangir, Rabu (7/7/2021).


Acara ini dihadiri oleh Bupati Solok Selatan H. Khairunas didampingi Kepala Dinas LH, narasumber dari Pamsimas Solok Selatan, para walinagari, tokoh masyarakat dan lainnya.


Kepala Dinas Perumahan Permukiman LH Solok Selatan Nopi Hendrix selaku ketua penyelenggara di hadapan peserta menyampaikan tujuan dari kegiatan ini.


Kegiatan launching dan pelatihan dana DAK air minum ini diikuti oleh sebanyak 13 nagari se Solok Selatan, kenapa 13 Nagari saja karena itu yang diprioritaskan dan mengajukan.


Kegiatan ini merupakan tindaklanjuti pertemuan antara pemerintah daerah dengan sejumlah kementerian beberapa hari lalu, termasuk membawa misi lingkungan hidup ini.


Bupati Solok Selatan H.Khairunas dalam sambutannya juga menyampaikan tujuan dari kegiatan ini, kegiatan pelatihan Pamsimas untuk sejumlah nagari penerima bantuan DAK air bersih tahun 2021. Ini merupakan tindaklanjut proposal yang pernah diantarkan ke kementerian dan inilah hasil perjuangan pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan visi dan misi bupati maju bersama sejahtera semua.


Launching dana DAK air bersih ini merupakan baru pertama kali digelar di Solok Selatan bahkan Sumbar, dengan tujuan agar masyarakat kita bisa hidup bersih, nyaman dan sejahtera dan bisa menggunakan air bersih secara sehat.


Bupati kecewa dengan ketidak hadiran sejumlah wali nagari dalam pelatihan tersebut, disaat didata oleh bupati, ternyata masih ada saja wali nagari yang diwakilkan oleh bawahannya.


Kenapa setiap kegiatan kegiatan di pemkab ini kehadiran walinagari selalu diwakilkan, sementara pemkab sangat butuh walinagari untuk memecahkan persiapan yang terjadi di sebuah nagari, termasuk kegiatan hari ini sangat membutuhkan kehadiran walinagari, bukan perwakilan.


Program Pamsimas ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak dan termasuk kebutuhan sehari hari.


"Saya ingatkan kepada wali nagari yang dipilih oleh masyarakat, jika sudah tidak bisa bekerja untuk masyarakat lagi, sebaiknya ajukan saja surat pengunduran diri sebagai wali nagari," kata bupati kesal.


Pemimpin itu bukan hanya mencari nama.dan jabatan saja, tetapi mencari dimana ketertinggalan daerah kita selama ini. "Saya tidak mau lagi ada hal hal seperti ini lagi," harapnya.


Dicontohkan bupati, beberapa hari yang lalu ditemukan sebuah surat jalan ke provinsi, hanya dalam rangka menjemput sejumlah masker 30 (buah), ironisnya surat jalan  itupun berangkat sebanyak empat orang pegawai " kan aneh kesalnya lagi


Dan ini tidak oleh lagi terjadi dan pembiaran, inilah yang akan kita robah kedepannya, jika bapak bapak ingin berjuang memajukan Solok Selatan ini.  (Abg)