Endar Guru SMPN 5 Padang Panjang Terpilih Mengajar di Belanda -->

IKLAN ATAS

Endar Guru SMPN 5 Padang Panjang Terpilih Mengajar di Belanda

Kamis, 19 Agustus 2021
Endar Madesa ketika diwawancarai.


Padang Panjang, fajarsumbar.com - Guru SMP Negeri 5 Padang Panjang kembali mengukir prestasi. Guru itu adalah Endar Madesa, M.Pd yang terpilih sebagai salah satu pengajar Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). 


Penempatannya di Den Haag, Belanda. Terpilih di 2021, berangkat di 2022 untuk mengajar pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), tiga tahun lamanya.


Ini bukan pengalaman pertama bagi Endar pergi ke luar. Pria yang sudah mengajar sejak 2009 itu, pernah ke Perth, Australia pada 2010 dalam rangka  belajar  pedagogi (ilmu mengajar). 

Pada 2017 Endar mendapatkan beasiswa ke Tiongkok mempelajari bahasa dan budaya China.  


Program mengajar di sekolah luar negeri ini, tidak hanya penempatan di Den Haag. Ada di Kairo, Jeddah, Tokyo, Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Kinabalu, dan sebagainya. 


Untuk peluang guru IPA sendiri, ditugaskan di Johor Bahru, Malaysia dan Den Haag, Belanda. 


Endar lebih memilih Den Haag, karena menurutnya, selagi diberi kesempatan untuk ke benua Eropa, nantinya lebih banyak pengalaman, belajar bahasa asing  dan memiliki relasi yang lebih luas, karena di Eropa banyak kota-kota kecil yang bisa dikunjungi.


Proses kelulusan Endar di program SILN ini, bukanlah perjuangan yang mudah. Di antaranya seleksi berkas, ada seleksi lanjutan, tes psikologi, wawancara, micro teaching dan ada lagi wawancara terakhir. 


“Prosesnya memakan waktu lumayan lama. Mulai dari April, dan diumumkan di Agustus. Tes ini dilakukan secara online. Sebelum pandemi. Tes ini normalnya dilakukan di hotel, Jakarta selama  lima hari,” ceritanya Kamis (19/8).


Peserta yang mendaftar, ribuan. Namun yang lolos untuk administrasi, ada sekitaran 200-an orang. Kemudian diseleksi kembali menjadi 120 orang. Yang lulus saat ini adalah 78 orang. Mereka akan mengajar untuk semua tingkatan, SD, SMP, SMA. 


Dan dari mata pelajaran yang berbeda, di antaranya matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan sebagainya. Endar akan mengajar jurusan IPA di SIDH (Sekolah Indonesia Den Haag). “SIDH merupakan sekolah Indonesia satu-satunya di Eropa yang kurikulumnya sama dengan Indonesia,” jelasnya.


Endar akan berangkat berangkat Januari 2022 mendatang.  Kini ia harus mempersiapkan diri untuk keberangkatannya itu. Mulai dari persiapan berkas-berkas, passport, izin  walikota, serta untuk kebutuhan diri sendiri. Dalam kontraknya, dia ditugaskan di situ selama tiga tahun. 


Hal yang memotivasi Endar untuk tetap berprestasi setelah mengajar selama 12 tahun ini, ia ingin mengabdi  lebih baik, memiliki pengaruh dan manfaat lebih luas, serta memberikan pelayanan kepada anak-di anak luar negeri. 


“Motivasi lainnya, dapat tinggal di Eropa secara gratis,” selorohnya. Endar berharap apa yang diraihnya dapat memotivasi pada pelajar dan guru-guru lainnya. 


Tidak hanya Endar saja merasakan kebahagiaan, Kepala SMPN 5, Ermita, S.Pd juga turut gembira dan berbahagia. “Saya mengucapkan rasa syukur dan selalu men-support guru-guru yang berprestasi maupun siswa dan siswi,” ucapnya. (*/syam)