Musrenbang Kenagarian Gurun Kecamatan Harau -->

IKLAN ATAS

Musrenbang Kenagarian Gurun Kecamatan Harau

Selasa, 24 Agustus 2021
.


Lima Puluh Kota, fajarsumbar - Nagari Gurun Kecamatan Harau melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan tema "Keseimbangan Pembangunan Fisik dan SDM Untuk Nagari Gurun yang lebih Maju Sejahtera dan Penuh Berkah" di Sago Bungsu II, Selasa, (24/08/2021). 


Musrenbang ini dibuka lansung oleh wakil Bupati Lima Puluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri (RKN). Dalam arahannya RKN menyampaikan beberapa hal pertama RKP untuk kegiatan-kegiatan tahun 2022 yang di danai dari APBN nagari kedua daftar usulan kegiatan yang akan didanai dari APBD kabupaten untuk tahun 2023 . 


APBN Nagari 90 persen di peruntukan untuk pembangunan fisik dan di perkirakan belum cukup untuk melakukan percepatan pembangunan di nagari, untuk itu apa strategi yang bisa  lakukan untuk percepatan tersebut memahami Visi dan misi pemerintah pusat mulai dari visi dan misi gubernur para menteri sampai pada visi dan misi presiden dan kalau kita hanya bersandar untuk membangun Lima Puluh Kota ini hanya pada APBD tahun. Dengan kondisi daerah kita pada saat ini dimana Lima Puluh Kota memiliki penduduk no. 5 terbanyak di Sumatera Barat maka kita akan mengalami perlambatan dalam pembangunan. 


Prioritas lain yang tak kalah penting yang menjadi program pemerintah yaitunya Periwisata, pengembangan wisata berbasis kawasan, di Lima Puluh Kota memiliki kawasan unggulan yaitu Harau maka pembangunan objek wisata  berikutnya harus bertujuan menyanggah Harau sebagai destinasi utama dan semuanya harus terkonek dengan Harau. 


Dua indikator keberhasilaan pemerintah pertama meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lima Puluh Kota maka untuk itu Bupati sudah menetapkan sampai tahun 2024 wajib membangun 50 destinasi wisata baru gunanya untuk menyanggah Harau sebagai destinasi utama dan sudah masuk dalam RPJMD artinya setiap tahun akan membangun 10 destinasi baru. 


Terakhir ada empat persayaratan yang ditetapkan dalam pembuatan destinsasi baru pertama pembebasan lahan menuju objek wisata kedua objek wisata yang akan di bangun harus menjadi aset pemerintah nagari ketiga hibah1 hektar di sekitar kawasan wisata keempat nagari komitmen untuk mealokasikan dana 200 juta pertahun dari dana desa untuk membangun objek wisata tersebut. 


Hadir di musrenbang kali ini Kepala Dinas PMDN, Camat Harau, Wali Nagari Gurun, Ketua Bamus, perangkat nagari dan tamu undangan lainnya.(Ul)