Pemkab Sijunjung Dorong Peningkatan Kualitas Sekolah -->

Pemkab Sijunjung Dorong Peningkatan Kualitas Sekolah

Selasa, 17 Agustus 2021

Plt Kadis Pendidikan Sijunjung Usman Gumanti, Spd.MM


Sijunjung, fajarsumbar.com - Bentuk keseriusan pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk mendorong pelaksanaan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development. Pemerintah daerah sudah menyediakan program-program untuk peningkatan IPM tersebut diukur dari rata-rata lama sekolah.


"Ini sudah menjadi target RPJMD Kabupaten Sijunjung," kata Plt Kadis Pendidikan Usman Gumanti, S Pd. MM ke fajarsumbar.com di ruangannya, Selasa (17/8/2021).


Menurutnya, digitalisasi dan merdeka belajar dan hal ini juga  sudah berkomitmen dengan Kementerian Pendidikan mudah-mudahan tahun depan dijadikan viloting sekolah merdeka belajar dan pemerintah daerah sadah siapkan dana pendampingnya. 


Paling tidak kalau kondisi pandemi masih berlanjut di tahun 2022 kita punya alokasi dana bos disekolah yang dulu alokasi dana itu banyak digunakan untuk transpor yang sekarang guru-guru tidak banyak biaya perjalanan dinas itu bisa kita alihkan untuk pelatihan dan sosialisasinya untuk Program ini, jelasnya.


Ptl, Dinas Pendidikan Usman Gumanti menjelaskan lebih jauh, jika bicara tentang Pendidikan, Sesuai dengan RPMD daerah 2021-2026 salah satu dari program pemerintah kabupaten itu adalah meningkatkan indek pembangunan manusia, untuk indek pembangunan manusia itu dipengaruhi oleh 3 faktor yang pertama faktor kesehatan terkait lama hidup, yang kedua faktor ekonomi terkait pendapatan per kapita masing-masing penduduk.


yang ke tiga bidang pendidikan di bidang pendidikan ada 2 faktor yang mempengaruhi yang pertama adalah harapan lama sekolah yang ke dua rata-rata lama sekolah, disini Kita fokus terhadap ini dalam rangka pencapaian RPJMD 2021-2026 intervensi terkait dengan pendidikan adalah melakukan penguatan terhadap pusat-pusat kegiatan masyarakat atau PKBM yang kita lakukan adalah sosialisasi-sosialisasi terhadap masyarakat, anak-anak yang belum memiliki ijazah kita suruh masuk ke PKBM supaya meningkatka rata-rata lama sekolah.


karena rata-rata lama sekolah dihitung dari penduduk yang berusia 25 tahun ke atas di hitung ijazahnya, hari ini rata-rata lama sekolah kabupaten sijunjung berada pada 8,11 parsen dan target kita tahun 2026 yaitu adalah sembilan tahun, untuk itu, melalui PKBM.


jadi intervensi kita melakukan penguatan dari PKBM dengan bentuk kerjasama dengan walinagari kemudian sosialisasi kepada masyarakat dan kita berharap adanya operasional oleh PKBM karena yang dibiayai oleh BOP Pusat adalah warga belajar berumur di bawah 21 tahun kalau umurnya di atas 21 tahun tidak dapat BOP dari kementrian dan ini yang harus kita pikirkan bersama-sama target RPJM ini.


disamping itu kita harus mengantisipasi isu yang berkembang kerana tantangan hidup anak-anak kita 10 sd 20 tahun yang akan datang tidak bisa kita prediksi, makanya program yang dilakukan dinas pendidikan itu adalah merdeka belajar dan digitalisasi sekolah. Merdeka belajar adalah pengembangan program belajar yang berpusat kepada siswa.


artinya seluruh sekolah ini mengembangkan bagaimana bakat minat dan  kemampuan anak itu berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing, artinya semua anak mempunyai potensi untuk hebat dan tidak ada anak yang bodoh cuma dia pintar dibidang masing itulah kemerdekaan belajar. Guru-guru pun harus belajar dengan senang hati contohnya matematika harus dapat 8 sementara anak tersebut tidak mampu kadangkala anak yang hebat matematika bisa jadi tidak bisa olah raga  tidak berarti kita tidak mengjilangkan standar minimal misalnya literasi, dll.


Yang kedua yang akan dikembangan adalah digitalisasi sekolah, digitalisasi sekolah ini bisa kita bagi 2 yang pertama di bidang administrasinya yang kedua dibidang pelajarannya contohnya penyimpanan arsip-arsip itu secara digital.


"Yang kedua digitalisasi sekolah terkait dengan pembelajaran yang dapat kita lihat yang masih sama dengan tahun 60an bangku menghadap kedepan semuanya, guru masih belajar dengan menggunakan papan tulis proses pembelajaran ini seharusnya sudah berubah contohnya bangku ini disusun dalam bentuk diskusi dan lain lain," pungkasnya. (def)