SMPN 8 Payakumbuh Sukses Gelar Simulasi Assessment Nasional -->

IKLAN ATAS

SMPN 8 Payakumbuh Sukses Gelar Simulasi Assessment Nasional

Kamis, 26 Agustus 2021
.


Payakumbuh, fajarsumbar.com - SMP Negeri 8 Payakumbuh sibuk melaksanakan simulasi pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Simulasi ini bertujuan untuk menyiapkan siswa menghadapi ANBK yang bakal digelar pada bulan Oktober mendatang.

Saat dijumpai di laboratorium, Kamis (26/08/2021) Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Payakumbuh H. Hendri mengatakan pelaksanaan simulasi ANBK bagi siswa SMPN 8 Payakumbuh tersebut dilakukan dengan sistem shif dan penerapan protokol kesehatan. Satu shif itu terdiri dari 15 orang peserta yang memakai masker, dan jarak mereka pun diatur

"Insya Allah, siswa, guru, maupun operator SMP Negeri 8 siap untuk melaksanakan ANBK,"ungkap H. Hendri.

Terkait kelengkapan sarana prasarana seperti jaringan internet dan komputer di SMP Negeri 8 Payakumbuh terlihat sangat mencukupi dan memadai. Semua itu berkat dukungan dan kepedulian komite sekolah terhadap sarana prasarana sekolah.

"Alhamdulillah sebagian komputer sekolah merupakan bantuan dari Komite," tutur H. Hendri

Diterangkan Hendri, bahwa Asesmen Nasional dirancang untuk mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi).

"Asesmen Literasi Membaca bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar bisa produktif di masyarakat. Sedangkan Asesmen numerasi digunakan untuk mengukur kemampuan berfikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, alat matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari pada  berbagai konteks yang relevan,"jelasnya di depan peserta didik yang akan ikut Asesmen Nasional

"Sedangkan,"ulas Hendri. Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) merupakan salah satu bagian dari Asesmen Nasional disamping Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

Asesmen nasional dirancang bertujuan untuk mengukur capaian murid dari hasil belajar kognitif pada literasi dan numerasi. Peserta didik yang akan mengikuti AN ini ditunjuk langsung oleh kementerian, bukan sekolah yang menentukan. Peserta didik yang mengikuti AN ini berjumlah 50 orang. Survei Karakter digunakan untuk mengukur capaian murid dalam belajar sosial emosional untuk mencetak profil pelajar Pancasila,"papar Hendri.

"Sedangkan, Survei Lingkungan belajar digunakan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah,"jelasnya mengakhiri.(Ul)