TdS 2021 Diselenggarakan dengan Konsep Baru -->

IKLAN ATAS

TdS 2021 Diselenggarakan dengan Konsep Baru

Kamis, 19 Agustus 2021

 

Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan TdS 2021, di Emersia Hotel & Resort Batusangkar, Kamis (19/8) 


Tanah Datar, fajarsumbar.com - Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) 2021 dan mendukung penuh diselenggarakannya TdS 2021, yang dibuka secara resmi Gubernur Sumatera Barat diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Muhammad Yani, di Emersia Hotel & Resort Batusangkar, Kamis (19/8/21). 


Bupati Eka Putra sampaikan, walaupun tahun ini kami tidak ikut berpartisipasi dalam gelaran TdS, karena anggarannya tidak tersedia, namun kami akan tetap mendukung penuh event kebanggaan kita ini. Insya Allah tahun depan akan dianggarkan kembali dan siap berpartisipasi pada TdS 2022 nanti. 


"Saya menyampaikan terima kasih kepada pihak PB ISSI dan Pemprov Sumbar karena pada TdS 2021 ini wilayah Tanah Datar tetap dilewati rute TdS," ucap Eka Putra. 


Rakor tersebut diikuti Wakil Ketua Harian 2 PB ISSI Jodi Raja Guk Guk, Kapolda diwakili oleh Kabag Binops Roops Polda Sumatera Barat AKBP Faisal Anwar, Bupati Kerinci H. Adirozal, Bupati dan Walikota se-Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, para Kepala Dinas Pariwisata se-Provinsi Sumatera Barat dan undangan lainnya. 


Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Novrial dalam laporannya mengatakan TdS 2021 ini memiliki konsep baru, menggandengkan TdS dengan Singkarak Grandfondo di mana para penggiat balap sepeda dan penghobi bisa ikut menjajal dan merasakan keindahan rute Tour de Singkarak. 


Novrial juga menyampaikan TdS 2021 menjadi kick off UCI Asia Tour atau event balap sepeda pertama yang diselenggarakan oleh Union Cyiclaste Internasonale (UCI) sejak pandemi Covid-19 melanda, dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.


"Saya minta dukungan seluruh pemerintah Kabupaten/Kota yang akan dilewati rute TdS, untuk memaksimalkan potensi yang ada di daerah tersebut, seperti hunian, destinasi wisata, UMKM dan oleh-oleh khas daerah," ujar Novrial.


Sementara Wakil Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Jodi Raja Guk Guk mengingatkan, persiapan TdS 2021 salah satu event balap sepeda yang telah tercatat di agenda UCI bukanlah event perseorangan atau daerah, tetapi merupakan event nasional bahkan dunia yang disaksikan oleh masyarakat dari ratusan negara, sehingga dalam penyelenggaraannya juga sudah harus memenuhi standar internasional.


Terkait dengan adanya tambahan Singkarak Grandfondo (SGF) pada TdS 2021 ini dikatakan Jodi Raja Guk Guk, ini merupakan model baru yang bisa diikuti oleh ratusan bahkan ribuan peserta seperti yang telah dilaksanakan di Bintan. 


Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Staf Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan M. Yani dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan TdS pada tahun 2020 yang lalu terpaksa dibatalkan akibat pandemi Covid-19, dan pada tahun ini pelaksanaan TdS telah mendapatkan dukungan penuh dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat dan pertimbangan kondisi pandemi Covid 19 nasional pada saat pelaksanaan. 


M. Yani juga menyampaikan, pelaksanaan TdS 2021 yang direncanakan bulan Oktober dengan menambahkan SGF tentu akan menonjolkan keikutsertaan komunitas, yang melibatkan para pecinta balap sepeda dari berbagai daerah yang merupakan sebagai wisatawan murni dan akan fokus pada keberadaan ekonomi kreatif, khususnya UMKM di Sumatera Barat. Kegiatan ini juga ajang promosi wisata dan keberadaan UMKM lokal, yang nantinya akan menjadi penggerak kepariwisataan khusus spot tourism.


Pada pelaksanaan TdS ke-12 2021 ini direncanakan akan ada 5 etape, dan untuk grand star berdasarkan hasil survey direncanakan dari Dermaga Singkarak Kabupaten Solok dan finish di kantor Bupati 50 Kota melintasi wilayah Kabupaten Tanah Datar dengan jarak tempuh 140 km, sementara grand finish direncanakan dari kantor Gubernur Sumatera Barat dan finish kembali di kantor Gubernur Sumatera Barat dengan jarak tempuh 197.6 km. 


Sementara untuk SGF1 direncanakan Star dari Pantai Kata Pariaman dan finish di Puncak Lawang Kabupaten Agam dengan jarak tempuh 109.3 km, sementara untuk SGF2 direncanakan Star dari Monumen Pesawat Avro Kabupaten Agam dan finish di Istano Basa Pagaruyung Batusangkar dengan jarak 121.8 km. (fdy/h)