UAS: "Minangkabau Penyelamat Ekonomi Dunia" -->

IKLAN ATAS

UAS: "Minangkabau Penyelamat Ekonomi Dunia"

Kamis, 26 Agustus 2021

Jemaah Masjid Al-Munawarah Siteba Padang mengikuti acara tausyiah virtual HUT Kota Padang di masjid tersebut, Rabu (25/8).


Padang, fajarsumbar.com -  Minangkabau Penyelamat Ekonomi Dunia. Hal itu disampaikan UAS pada tausyiah virtual HUT Kota Padang, Rabu (25/8). Selain itu orang Minang  beragama Muslim yang sangat kuat dari itu kita sangat berharap sekali, ke depannya akan lahir tokoh dan ulama besar dari tanah Minang seperti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.


Dapat kita ambil sebuah kesimpulan bahwa orang Minang sebagai salah satu etnis terbesar dunia sebagai penyelamat ekonomi adalah, dimana banyak orang Minang pada suatu daerah daerah itu akan maju, seperti contoh Pakanbaru Riau, etnis Minang penduduk nomor satu terbanyak di sana dan Jawa nomor dua, ini menurut sensus penduduk baru-baru ini.


Ustadz Abdul Somad (UAS) mengaku banyak belajar dari ulama Minangkabau yang dia dikenal hingga ke mancanegara.


"Orang Minang sejatinya beragama Muslim yang sangat taat, semoga ke depannya akan senantiasa lahir tokoh dan ulama besar dari tanah Minang seperti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi," katanya disela-sela acara tausyiah virtual HUT Kota Padang.


Kedatangan UAS di kota Padang, untuk memberikan tausiah virtual kepada masyarakat dalam rangka  HUT Kota Padang ke 352 yang disaksikan seluruh masyarakat kota Padang, acara di buka secara langsung oleh Walikota Padang Hendri Septa. 


Walikota Padang Hendri Septa dalam sambutannya mengatakan, ucapan terima kasihnya kepada UAS yang telah menyanggupi undangan kami untuk melakukan tausyiah virtual ini dan kepada masyarakat hendaknya mampu mengambil teladan dari tausyiah ini, harap Hendri Septa.


UAS juga menyatakan bahwa warga harus bangga jadi orang Padang khususnya dan Minang pada umumnya, karena Minangkabau memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dikenal dengan sebutan kerajaan Minangkabau yang berada di Pagaruyung. 


"Yang pada masanya sebagai kerajaan terkuat, bahkan banyak mengirimkan wakilnya ke daerah di luar Minangkabau untuk menjadi raja di waktu itu," ujar UAS.


Menurut UAS kebanyakan orang-orang Minang ini berhasil di tanah rantau seperti kebanyakan kita lihat dalam kehidupan sehari-hari dengan kata lain dia menjadi raja atau sultan di kampung halamannya, tetapi di negeri orang lain mempunyai kekuasaan. 


"Oleh sebab itu menjadi orang Minang adalah suatu kebanggaan, orangnya yang beradat dan bersuku, dengan falsafah Adat basandi syarak, syarak basandikan kitabullah," kata UAS mengakhiri.


UAS juga merasa tersanjung diundang ke Padang ini, kehadirannya disambut dengan antusias masyarakat kota Padang, dan dijamu dengan baik oleh para petinggi kota Padang. (HMA)