Bupati Agam Buka Bimtek Peningkatan Ekonomi Perempuan -->

IKLAN ATAS

Bupati Agam Buka Bimtek Peningkatan Ekonomi Perempuan

Senin, 06 September 2021

"Bupati Agam, peranan perempuan menjadi isu yang selalu hangat dibicarakan diberbagai bidang pembangunan."


Lubuk Basung, fajarsumbar. com - Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman buka Bimtek Peningkatan Ekonomi Perempuan, di Kantor Camat  Ampek Nagari, Senin (6/9).

Bimtek yang dilaksanakan oleh DP3AP2KB  Provinsi Sumatera Barat, diikuti oleh 50 orang peserta yang tersebar di Kecamatan   Ampel Nagari melalui dana pokir anggota DPRD Sumatra Barat, Lazuardi Erman.


Kegiatan juga dihadiri anggota DPRD Sumbar, Lazuardi Erman, jajaran DP3AP2KB Sumbar, Kepala DPPKBP3A Agam, Erniwati dan Camat Ampek Nagari, Roza Syafdefianti.


Dalam sambutanya Bupati mengatakan, peranan perempuan menjadi isu yang selalu hangat dibicarakan diberbagai bidang pembangunan.


Bahkan kompetensinya yang kurang optimal untuk bersaing, tidak dapat dipungkiri jadi alasan belum eksisnya peran perempuan diberbagai bidang pembangunan," katanya


Di Kabupaten Agam, isu pemberdayaan perempuan yang masih jadi tantangan adalah, meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan, meningkatnya jumlah perempuan sebagai kepala keluarga yang berimbas pada perekonomian keluarga dan lainnya.


"Apalagi saat ini, perempuan sebagai kepala keluarga semakin terpuruk di tengah pandemi Covid-19, terutama masalah perekonomian," ujar Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman


Dikatakan bupati, mereka berjuang memikul beban ekonomi, keberadaannya sebagai tulang punggung keluarga terabaikan, yang mengakibatkan alami diskriminasi dan terbelenggu kemiskinan.


"Tingginya jumlah perempuan sebagai kepala keluarga, akibat angka perceraian yang meningkat. Di 2020 saja, perempuan jadi kepala keluarga sesuai data BPS sebanyak 31.716 jiwa," terangnya.


Dengan begitu, bupati berharap peserta bersungguh-sungguh mengikuti bimtek ini, sehingga dapat memperkaya dan meningkatkan kapasitas, serta keterampilan untuk wujudkan pembangunan SDM.


"Dengan peningkatan kapasitas, kita harapkan juga jadi modal dalam meningkatkan perekonomian keluarga secara mandiri, dan dapat menekan angka kemiskinan," ujarnya berharap. (Yanto)