Sarana Belum Memadai, SMA Negeri I Lengayang Terkendala Menuju Adiwiyata Nasional -->

Sarana Belum Memadai, SMA Negeri I Lengayang Terkendala Menuju Adiwiyata Nasional

Minggu, 26 September 2021

Kepala SMAN 1 Lengayang, Sarudin saat memaparkan kondisi sekolah pada rapat koordinasi,  Sabtu (25/9/2021).



Painan, fajarsumbar.com - SMA Negeri 1 Lengayang di Nagari Kambang Barat, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) saat ini sedang mempersiapkan diri untuk penilaian sekolah adiwiyata tingkat nasional.


Tapi sayang sarana dan prasarana sekolah tersebut masih banyak yang belum memadai, sehingga pihak sekolah kesulitan untuk meraih sekolah yang berwawasan lingkungan di tingkat nasional tersebut.


Sarana dan prasana yang dimaksud yang jadi objek penilaian, seperti  bank sampah yang bangunannya masih belum memadai. Green house juga, kolam ikan kecil  belum ada sama sekali dan itu harus dibuat. "Saya berharap ada partisipasi dari alumni sekolah untuk menyumbangkan dana agar semua yang jadi objek penilaian dapat terpenuhi, sehingga sekolah meraih adiwiyata di tingkat nasional," ujar Kepala SMAN 1 Lengayang, Sarudin, Sabtu (25/9/2021).


Sarudin mengungkapkan hal tersebut saat  rapat koordinasi di ruang pertemuan sekolah. Hadir pada  kesempatan itu anggota DPRD Sumbar asal Lengayang Zarpi Deson, Camat, Kapolsek juga Perwakilan dari komite sekolah dan juga perwakilan dari Alumni SMA Negeri 1 Lengayang. Semua pejabat yang ada dalam rakor tersebut merupakan alumni dari sekolah tersebut.


Menurut Sarudin, penilaian adiwiyata bukan saja dilihat dari segi fisik sekolah saja, tetapi penilaian utama adalah apakah di dalam pembelajaran pihak sekolah juga memasukkan program lingkungan hidup.


Selanjutnya pihak sekolah membuat aplikasi yang berbasis lingkungan dan mengirimkan ke Kementerian Lingkungan Hidup. Setelah dinilai maka aplikasi tersebut dikembalikan ke pihak sekolah dan nilai yang diperoleh SMAN 1 Lengayang adalah 94,6. Sedangkan syarat sekolah tersebut mendapatkan predikat sekolah adiwiyata nasional adalah nilai aplikasinya dan hasil survei lapangan ke sekolah tersebut adalah 90.


Lebih lanjut Sarudin mengatakan, kalau untuk aplikasi dan syarat administrasi maka pihak sekolah sanggup mengatasinya. Cuma yang terkendala adalah apa yang sudah ada di aplikasi tersebut bentuk fisiknya belum standar, bahkan ada yang belum dibuat sama sekali. Seperti  bank sampah yang bangunannya masih belum memadai, green house juga belum memadai, sedangkan kolam ikan kecil  belum ada sama sekali.


"Saya adalah alumni angkatan ke dua SMAN 1 Lengayang sekolah ini dibangun dengan susah payah dan air mata dan saya juga tidak menyangka dari sekolah ini banyak melahirkan orang-orang yang berpengaruh baik pejabat negara maupun pelaku dunia usaha yang bertaraf nasional. Saya rasa sangat bahagia kalau sekolah bisa mendapatkan predikat sekolah adiwiyata nasional dan kalau memang ada persyaratan dari segi fisik yang harus dibuat atau di perbaiki saya siap untuk membantu," tegas anggota DPRD Sumbar asal Lengayang Zarpi Deson.


Menurutnya, untuk melengkapi persyaratan fisik seperti pembuatan kolam ikan kecil dan renovasi bank sampah dan yang lainnya bukan persoalan yang serius. "Hubungi saja semua ketua alumni dari semua angkatan minta tolong saja kepada mereka menggalang dana, minimal masing=masing angkatan Rp5 juta semuanya pasti beres," ungkap Camat Lengayang Zoni Eldo.,S.STP. (wandi)