Warna Pada Ukiran dan Marawa di Rumah Gadang Mempunyai Makna -->

IKLAN ATAS

Warna Pada Ukiran dan Marawa di Rumah Gadang Mempunyai Makna

Selasa, 14 September 2021

 

Marawa dengan tiga warna 


Penulis : Freddy


Tanah Datar, fajarsumbar.com - Kalau kita melihat Rumah Gadang Minangkabau, maka kita akan menemukan ukiran yang berbagai warna, terutama di bangunan Museum Istano Basa Pagaruyung, seluruh bangunan penuh dengan ukiran berbagai motif dan warna warni. 


Kali ini penulis akan membahas tentang warna ukiran Minangkabau pada Museum Istano Basa Pagaruyung. Serta Marawa yang merupakan pencerminan wilayah adat Luhak Nan Tigo. 


Kita mulai dari Pigment yang dipakai dalam mewarnai ukiran Minangkabau adalah berasal dari tanah kewi berwarna hitam dan kuning, sedangkan untuk warna merah menggunakan buah kasumba yang dicampur dengan minyak kemiri. 


Warna warna demikian, belakangan ini sudah hampir tidak ada lagi, malah sudah banyak rumah-rumah adat yang diberi ukiran dengan warna cat dari pabrik. Sehingga sudah banyak terlihat rumah adat berukir dengan warna warna tambahan, seperti biru, hijau, ungu dan lainnya.


Secara konsekuensi keadaan ini merupakan bahwasanya telah terjadi penyimpangan. Faktor yang mempengaruhi dari penyimpangan tersebut adalah faktor ingin bervariasi, dibendung oleh ketentuan adat, apalagi dengan berkembangnya teknologi untuk warna cat, sehingga menyebabkan prinsip-prinsip pewarnaan ukiran tidak diikuti lagi atau dilanggar. 


Warna warna tersebut juga terlihat pada bendera kebesaran adat Minangkabau, yang disebut dengan Marawa. Menurut M. Sayuti, Dt Rajo Penghulu, dalam bukunya 'Tau Jo Nan Ampek' yang artinya pengetahuan yang empat menurut ajaran adat dan budaya alam Minangkabau.


Marawa memiliki makna dan arti warna tersendiri, yaitu : Hitam melambangkan tahan tapi serta mempunyai akal dan budi, kebesaran Nagari Luhak Limo Puluah Koto, maka Marawanya warna hitam disebelah luar. 


Kuning melambangkan keagungan, punya undang-undang dan hukum, kebesaran Nagari Luhak Tanah Datar, jika acara adatnya di wilayah Tanah Datar, maka Marawanya berwarna kuning disebelah luar. 


Merah melambangkan keberanian, punya raso jo pareso, kebesaran Nagari Luhak Agam, jika acara adatnya di wilayah Agam, maka Marawanya berwarna merah disebelah luar. Sedangkan putih melambangkan kesucian alua dan patuik. Serta tiang Marawa melambangkan mambasuik dari bumi. 


Marawa ini terdiri dari dua macam perpaduan warna, Marawa Kebesaran Adat Minangkabau dengan empat warna : warna hitam, kuning, merah dan putih. Sedangkan Marawa Kebesaran Alam Minangkabau dengan tiga warna : hitam, kuning dsn merah. 


Begitulah Marawa dengan empat warna dipasang di kiri kanan gerbang tempat acara adat, sedangkan Marawa tiga warna dipakai waktu upacara nasional, hari besar Agama Islam dan juga dipasang di kiri kanan gerbang tempat acara adat. (***)