Bedah RTLH Terbengkalai, Warga Labura Ini Tinggal Digubuk Darurat -->

Bedah RTLH Terbengkalai, Warga Labura Ini Tinggal Digubuk Darurat

Rabu, 27 Oktober 2021

Potret gubuk darurat milik Wagirah (70) salah satu penerima program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Provinsi Sumatera Utara.

Labura, fajarsumbar.com - Inilah potret gubuk darurat yang dihuni Wagirah (70) dan Suaminya Marlan (72) warga dusun II Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan yang ditempati hampir 3 Minggu lamanya.


Gubuk yang terbuat dari papan bekas, atap serta dinding berlapis plastik ini terpaksa dibuat untuk tempat tinggal sementara, sebab rumah miliknya telah dibongkar karena mendapatkan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Provinsi Sumatera Utara.


Saat ditemui media ini pada Rabu (27/10/2021), Wagirah menceritakan, sudah 1 Minggu tukang tidak bekerja karena bahan material yang diperlukan tidak ada. Atas hal ini, tentu rumah miliknya yang di rehab menjadi lebih lama selesai.


"Kami sama anak juga disini pak, dia lagi hamil, inilah buat gubuk untuk tidur, kadang kalau sempit kami di lantai bangunan rumah kami yang dibongkar itu tidurnya, kami pasang terpal atasnya itu supaya ga kenak hujan kalau tidur," ucapnya.


Wagirah turut senang dengan program rumah yang didapatkannya, namun dengan kendala yang dialaminya saat ini membuat dirinya dan suami sengsara.


Ia juga berharap pihak terkait dapat segera menyelesaikan bangunan rumahnya. "Biar gak sengsara lagi tidurnya pak, apalagi kalau malam ujan, apa gak kasian sama kami udah tua gini," cetusnya.


Rumah milik Nuraini Tanjung (55) juga dibongkar total, namun pengerjaan terhenti karena material tak kunjung datang.


Hal yang sama dialami Nuraini Tanjung (55) warga dusun yang sama. Rumahnya juga telah dibongkar total namun pengerjaannya juga terbengkalai. Maka ia dan suaminya yang sedang sakit harus menumpang dirumah saudaranya.


"Kami numpanglah tempat kakak, suamipun sakit gejala stroke, ini tukang seminggu gak kerja, bahan-bahan untuk membangun gak datang-datang, udah gitu ongkos tukang yang mau di transfer sama kami dari orang itupun yang katanya 4 jt gak ada kabar, jadi beberapa hari kemarin kerja ongkosnya kami duluankan pak pakai uang sendiri," katanya.


Camat Kualuh Selatan Sarwedi saat dikonfirmasi mengatakan, sebanyak 33 rumah masyarakatnya yang terbagi di Desa Damuli Pekan, Sidua-dua serta Kelurahan Gunting Saga mendapatkan program tersebut, namun secara keseluruhan masih terhambat proses pembangunannya.


"Menurut tinjauan kami berkisar 10 ke 20 persen yang sedang pelaksanaan pembangunannya. Kami udah turun ke lapangan dan konfirmasi langsung kepada masyarakat, tukang tidak masuk karena material habis atau kosong dan belum dipasok lagi oleh pihak pemborong ataupun pihak yang terkait," ujarnya.


Camat berharap, hal ini segera terselesaikan mengingat kondisi saat ini musim hujan.


"Karena RTLH ini rumah yang lama harus dibongkar total, sehingga mengharuskan pemilik rumah itu sementara hingga selesai dibangun mereka harus mengungsi, ada yang tidurnya didapur, mereka buat tempat tersendiri ataupun dirumah saudaranya. Kami berharap agar segera terselesaikanlah, mengingat kondisi cuaca di Labura sedang musim hujan, kasian kalau hujan mereka basah kuyub ada juga harus pindah menginap tempat tetangga," harapnya. (Randi)