Duta Perilaku UNP Diminta Giat Edukasi Masyarakat -->

Duta Perilaku UNP Diminta Giat Edukasi Masyarakat

Selasa, 23 November 2021

Webinar nasional dengan tema 'Tetap Hebat di Era Pandemi' kerja sama UNP dengan BNPB.


Padang, fajarsumbar.com -  Sebanyak 9.000 mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP)  sebagai duta perilaku untuk terus mengedukasi masyarakat tentang wabah Covid-19. 


Hal ini merujuk kepada kasus aktif Covid-19 di dunia yang masih terus terjadi peningkatan dalam satu minggu terakhir ini.


Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Nasional, Dr Sonny Harry B Harmadi, mengatakan, BNPN menyampaikan apresiasi kepada UNP yang memiliki jumlah duta perubahan perilaku terbanyak yang mencapai lebih kurang 9.000 orang, kemudian UNS 7.000 orang, dan UIN Syarif Hidayatullah 5.000 orang.


Dikatakan Sonny, tugas para duta perubahan perilaku ini masih akan tetap dibutuhkan sampai dengan berakhirnya pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan, tutur Sonny, dari data satu minggu terakhir itu ada 3,5 juta kasus baru yang muncul di seluruh dunia.


 "Dimana 2,5 juta kasus itu berasal dari Eropa. Sehingga menjadikan Eropa sebagai pusat pandemi Covid-19 di dunia saat ini meski dengan jumlah penduduk yang tak begitu banyak," ujarnya.


Seperti Swiss tambahan kasus harian sampai 6.000 dan kasus aktif 76 ribu kasus. Singapura itu kasus harian 3.000 kasus dan kasus aktif itu 15 ribu kasus harian.


"Sementara itu Indonesia saat ini kasus aktif hanya 8.000 dengan jumlah penduduk yang jauh lebih besar dari Swiss dan Singapua. Ini bukti kalau pandemi belum berakhir," katanya.


Disebutkan, Sonny, BPNP sangat berterima kasih dengan bantuan dari duta perubahan perilaku yang dimiliki UNP untuk memutus mata rantai dari hulu agar pandemi ini bisa cepat berakhir. "Peran duta perubahan perilaku sangat dibutuhkan untuk menyudahi pandemi ini," katanya.


Sementara itu, Rektor UNP, Prof Ganefri, menyebutkan, diharapkan kepada mahasiswa UNP yang menjadi duta perilaku bisa membantu untuk mengedukasi keluarga dan masyarakat tentang wabah Covid-19. Dimana para duta perilaku bisa menjadi role model di masyarakat untuk membudayakan kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengajak untuk vaksinasi.


"Kita tentu berharap agar protokol kesehatan (Prokes) ini sebagai budaya di masyarakat. Sehingga kecemasan akan varian baru Covid-19 ini tidak benar-benar menjangkit di daerah kita. Kita tentu tak ingin ada gelombang infeksi berikutnya di daerah kita," ujar Rektor Ganefri saat membuka webinar nasional dengan tema 'Tetap Hebat di Era Pandemi' kerja sama UNP dengan BNPB, Senin (22/11/2021).


Lebih jauh Ganefri mengatakan, dengan makin habisnya sebaran Covid-19 ini juga akan sangat mendukung rencana UNP untuk membuka kuliah tatap muka di tahun depan untuk seluruh angkatan. "Kita tentu ingin semua berjalan dengan normal kembali terutama kuliah. Meski nanti kuliah juga akan tetap sistem hybrid (luring dan daring) seperti yang diterapkan UNP sebelum pandemi melalui platform e-learning milik UNP," katanya.


Kepala LP2M UNP, Yohandri, mengatakan, perlu kerja sama untuk bisa membasmi penyebaran Covid-19 di Indonesia terutama melalui duta perubahan perilaku yang dimiliki UNP. "Karena tanpa kerja sama semua pihak mata rantai pandemi ini tidak akan bisa diputus," katanya.


Ketua KKN UNP, Elfi Tasrif, menyebut, ada 60 perguruan tinggi yang dilibatkan dalam webinar nasional tentang perubahan perilaku ini. Dimana semua duta perilaku yang juga diwajibkan untuk hadir mengikuti webinar yang diselenggarakan UNP dan BNPB ini.


"Dimana kita harapkan para duta perilaku ini bisa terus memberikan edukasi kepada masyarakat sekaitan dengan wabah Covid-19. Dimana pandemi Covid-19 ini Dalam webinar nasional ini juga dihadirkan narsumber Dr dr Erlina Burhan M.Sc, Sp.P(K), dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, FKUI, Rumah Sakit Persahabatan dengan materi 'Bertahan Hidup Sehat di Era Kernormalan Baru'. Selain itu juga diharikan narasumber dari wartawan senior, Hasril Chaniago, dalam melihat fenomena perubahan perilaku dalam menghadapi pandemi di Sumbar. (RDz)