Pemko Payakumbuh Susun Buku Profil Pendidikan Tahun 2021 -->

Pemko Payakumbuh Susun Buku Profil Pendidikan Tahun 2021

Jumat, 26 November 2021

.


Payakumbuh, fajarsumbar.com -- Setelah Pemko Payakumbuh sukses dengan terbitan Buku Payakumbuh Dalam Angka (PDA) setiap tahunnya, menjadi motivasi bagi jajaran di tingkat Kepala Organisasi Perangkat Daerah.


Sebagaimana yang dimulai Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dasril bersama lembaga pendidikan yang terkait. Kepala Dinas Pendidikan undang semua operator data sekolah dan madrasah mulai dari setingkat TK/RA, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan SLB, negeri dan swasta se Kota Payakumbuh. 


Rapat koordinasi dengan operator pendidikan bertempat di aula SKB Kota Payakumbuh, Jumat (26/11/2021), Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh tampak didampingi Kepala UPTD Cabdin IV Sumbar, Kabid Dikdas, Danil Devo, narasumber (Kabid PIAK Disdukcapil bersama Sekretaris Bappeda), dan panitia pelaksana. 


Dalam rakor yang dilangsungkan sesuai protokol kesehatan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dasril mengabsensi peserta rakor tahap II diikuti 110 Operator yang ikut rakor penyusunan Buku Profil Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2021.


"Ini perdana kita lakukan diharapkan jadi program tahunan bagi dunia pendidikan di Payakumbuh. Meski kita terpisah oleh regulasinya, karena ada madrasah dinaungi instansi vertikal Kementerian Agama, SMA/SMK dan SLB dinaungi Dikbud provinsi. Namun, jika data pendidikan urusan wilayah Payakumbuh tentunya adalah kewajiban Pemko Payakumbuh. Kita tidak boleh pisahkan, Diknas jembatani data diatas perbedaan leading sektor pengelolaannya,"tegas Dasril. 


Dikatakan Dasril, di akreditasi pun ada badan akreditasi sekolah / madrasah. Tetap sejalan. Namun jika diminta data apm dan apk diukur capil akan telihat dampaknya. Data komprehensif membawa satu data pendidikan di Payakumbuh


"Saat ini data Lembar Isian personil dari sekolah dan madrasah sudah terhimpun di Diknas, dan data akan berubahm Payakumbuh Satu Data Pendidikan harus Kita wujudkan dengan memenuhi Data berkualitas dan sinkron, walau sedang berada di lokasi berbeda. Kita berkeinginan Buku profil pendidikan bisa bermanfaat dan dimanfaatkan, sesuai segmennya. Dalam buku ini terdapat data lengkap sekolah dan madrasah. Identitas sekolah yang valid, Alamat madrasah, Visi misi, Data pokok, data Siswa , data Ptk, data Kurikulum, data Sarpras, Data presentasi, Program unggulan. Akan tampak Capaian 8 standar pendidikan di Payakumbuh,"ujar Dasril, lagi. 


Dipaparkan Dasril, adapun guna data yang berkualitas sebagai acuan penyusunan program untuk pengambilan kebijakan. Termasuk untuk pengambilan penerimaan P3K oleh pemerintah saat ini. Karena, jejak digital PTK terrecord. Jadi setiap operator harus mengetahui, paham dan menginputkan data PTK serta unsur terkaitnya di aplikasi. Harus diketahui berapa lama PTK mulai honor hingga diangkat jadi P3K dan ASN.


"Di Kemendikbud dikenal Dapodik. Disini terrecord semua data sekolah, terbaru. Disini bisa didapatkan data PTK, Data sarana, dan sebagainya secara fluktuatif. Jangan sampai, disaat diminta data untuk DAKW, semua sekolah melaporkan sarpras serba kurang. Namun sebaliknya, saat penilaian akreditasi, semua sarpras terdata lengkap. Inikan tolak belakang,"beber Dasril. 


Ditegaskan Dasril, di zaman serba IT,  operator adalah salah seorang ujung tombak setelah Kepala sekolah. Di ujung jari operator tergantung kesejahteraan sekolah. Berbagai rekomendasi mutu untuk sebuah sekolah bisa dilihat dari keaktifan operator dalam mengupdate data terbaru sekolahnya. 


"Termasuk data covid-19 jika ada kolomnya di aplikasi. Berapa total vaksin I dan II mesti terupdate disana. Itu kondisi kekinian. Kita akan terus berkoordinasi dengan OPD terkait, BPS, Bappeda, Disdukcapil, Kemenag dan lainnya. Agar suatu saat terwujud data terintegrasi guna mendukung Satu Data Indonesia. Mari Bergerak dengan hati,"ulasnya. 


Sementara, Kacabdin Wilayah IV yang diwakili Pengawas SMA, Bedrizal menyebut Operator adalah Pejuang Dana Sertifikasi. Di tangan operator pencairan dana anggaran sertifikasi terletak, sebelum ke Kepala sekolah. Peran aktif PTK pastinya paling menentukan juga. 


"Secara administrasi, pendidikan terpisah. Namun kita ada irisan, yakni kita berada di satu wilayah Kota Payakumbuh. Jadi, Operator adalah Pejuang Piti Urang. Karena di Dapodik terdapat hitungan kebutuhan guru, siswa dan rombel harus perhitungan. Kebutuhan guru tidak bisa seenak pimpinan, tapi ada acuan di aplikasi Dapodik. Angka 2,4 jangan paksa jadi 3. Terkait dengan jumlah rombel, 32 siswa untuk rombel smp dan 36 siswa untuk SMA. Dari 65 siswa bolehlah dijadikan 3 rombel, dan 64 siswa untuk 2 rombel. Namun Angka 5 berada diangka kritis (kuning). Jadi operator harus paham juknis juga melahirkan data valid untuk mewujudkan buku profil pendidikan Kota Payakumbuh yang sempurna. Walau data itu selalu berubah, tapi laporkan data terbaru,"pesan Bedrizal. 


Beda halnya dengan Nila Misna, Sekretaris Bappeda Kota Payakumbuh. Menurut narasumber Nila, Peran data dalam perumusan kebijakan pendidikan sangat penting. Namun harus merujuk ke regulasi berlaku. Salah satunya Perpres 39, 33 tahun 2019 pasal 18, 19, 23 penyelenggara data.


"Pembina data di Indonesia adalah BPS. Sedangkan Walidata adalah Walikota melalui Diskominfo, sedang Diknas adalah WaliData Penghubung atau pendukung bersama OPD. 


Di Payakumbuh, Forum komunikasi SDI di tingkat daerah adalah Bappeda, selanjutnya konsinyering dengan BPS,"terang Nila. 


Dipaparkannya, Data hari ini akan berdampak 20 tahun kedepan, karena hasil pendidikan sekarang akan terlihat 20 tahun kedepan. SDM bermutu akan lahirkan sdm handal kedepan. Dan Diknas adalah produsen data sekaligus walidata pendukung untuk melahirkan Standar data dan meta data.


Nila Misna mengingatkan saat mengisi dan mengetahui Apm dan apk akan tampak saat pengisian aplikasi oleh operator. Bisa berdampak salah apabila salah isi penduduk berusia di sekolah / madrasah dibagi jumlah penduduk bersekolah. Waspadai usia 6 tahun dan 13 tahun dalam menyusun apm apk anak sekolah. Jangan terhitung warga luar kota Payakumbuh. Di IPM tampak tingkat pendidikan, masalah, Ptk belum merata, Kualitas sarpras, Data siswa dan sebagainya. Tingkat kesehatan dan ekonomi masyarakat juga bisa diketahui dari sini. 


Untuk itu, ulas Nila. Manfaat data adalah dasar pengukuran perencanaan, dasar penyusunan kebijakan, dasar pelaksanaan kebijakan dan dasar evaluasi pelaksanaan kebijakan 


Disisi lain, Sekretaris Disdukcapil Kota Payakumbuh, Gusmeri memaparkan aplikasi data base SIAK yang dikelola di tempat kerjanya. Pelaksanaan tupoksinya berdasar pada UU nomor 23 tahun 2006. Tupoksi yang dikelolanya sebagai kabid PIAK dan pemanfaatan data adalah mendaftarkan data kependudukan, Catatan sipil dan pengelolaan informasi data 


"untuk mendapat Data perorangan setidaknya ada 31 elemen pribadinya. Selanjutnya, kumpulan data personil menjadi data agregat (kuantitatif dan kualitatif). Untuk menvalidkan data siswa, mesti harus dikerjakeraskan operator saat mendaftar. Pisahkan siswa per daerah. Mana warga Payakumbuh dan luar Payakumbuh. Disana akan tampak persentasenya. Semua itu akan tampak pada NIK di Kartu Keluarga. Karena saat ini masih terdapat data tidak valid siswa dan PTK. Bahkan ada data yang tidak ditemukan lagi. Ini sebuah kasus, salah satu penyebab adalah kurang komunikatif, baik operator dan pemilik KK. Data akurat butuh semangat dari operator lembaga,"pungkas Gusmeri usai memaparkan materinya. 


Disela tanya jawab, pertanyaan peserta rakor lebih banyak diarahkan ke disdulcapil. Kebanyakan kesalahan data kerap terjadi pada kartu keluarga. Kabid PIAK dan pemanfaatan data berpesan bahwa Disdukcapil siap memfasilitasi secara cepak terkait penyelesaian pencatatan kependudukan, bahkan bisa secara digital.(Ul)