Bernilai Rp56 T, Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap Mulai Dibangun 2022 -->

Adsense-ATAS

Bernilai Rp56 T, Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap Mulai Dibangun 2022

Kamis, 06 Januari 2022

 Ilustrasi proyek tol.


Jakarta -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan nilai investasi Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) mencapai Rp56 triliun. Tol yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah akan mulai dibangun pada tahun ini.


Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR akan membagi dua tahap konstruksi jalan tol tersebut. Tahap pertama, konstruksi dimulai antara Gedebage dan Tasikmalaya tahun ini hingga 2024.


Tahap kedua, ruas tol yang akan dibangun antara Tasikmalaya dan Cilacap pada 2027 dan diperkirakan selesai pada 2029. Nantinya terdapat jeda antar kedua konstruksi selama 3 tahun, sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.


"Dengan adanya jeda konstruksi tersebut financial close untuk investasi ruas tol ini dapat dilakukan 2 kali yakni kebutuhan ruas Gedebage-Tasikmalaya terlebih dahulu kemudian Tasikmalaya-Cilacap," kata Anggota BPJT Unsur Profesi Koentjahjo Pamboedi dikutip dari Antara, Kamis (6/1).


Jalan tol ini akan memiliki panjang hingga 206,65 kilometer dan akan dibangun oleh tender pemenang konsorsium yang berisi perusahaan pelat merah dan perusahaan swasta.


Konsorsium tersebut terdiri atas PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Daya Mulia Turangga-PT Sarana-PT Gama Group, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.


Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menjelaskan masing-masing perusahaan akan memiliki porsi tertentu dalam konsorsium tersebut.


Porsi konsorsium yang dimaksud terdiri atas Jasa Marga sebesar 32,5 persen, Kemitraan PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group-PT Jasa Sarana sebesar 27,5 persen, Waskita Karya sebesar 20 persen, PT PP sebesar 10 persen, dan Wijaya Karya sebesar 10 persen.


Nantinya, konsorsium tersebut akan melaksanakan pembentukan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk menandatangani dan menjalankan kewajiban dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).


PPJT yang akan ditandatangani tersebut akan menambah daftar konsesi jalan tol Jasa Marga sepanjang 1.809 km.


Jasa Marga berkomitmen untuk melakukan penambahan konsesi jalan tol untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham, sekaligus mempertahankan posisi sebagai market leader dalam industri jalan tol di Indonesia.(*)