Kabupaten Lima Puluh Kota Fokus Peningkatan Mutu Pendidikan Dibanding Fisik -->

Adsense-ATAS

Kabupaten Lima Puluh Kota Fokus Peningkatan Mutu Pendidikan Dibanding Fisik

Sabtu, 15 Januari 2022
Indrawati Munir 


Tanjung Pati, fajarsumbar.com - Saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (14/01/2022) siang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Hj. Indrawati bakal terus berupaya komit dalam penerapan regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2022/2023, mendatang. Khususnya, poin zonasi atau sesuai domisili calon PDB.


Menurut Indrawati, pada Permendikbud tahun lalu PPDB melalui jalur zonasi, prestasi, afirmasi dan mutasi. Sesuai kewenangan, PPDB SLTA/SMK dikelola provinsi melalui UPTD Cabdin wilayah V.


Selama ini, terang Indrawati. PPDB berjalan lancar. Ada 373 Sekolah Dasar dan 58 SLTP di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kebijakan zonasi kita terapkan 50 %, prestasi maksimal 30%, sesuai peluang.


"Saat ini siswa SLTP kita berjumlah 13ribu orang. Tidak ada penumpukan siswa di sebuah sekolah, dan tidak ada sekolah terancam ditutup,"terang mantan Kepala SMPN 1 kecamatan Payakumbuh, ini.


"Optimalisasi pelaksanan PPDB selalu kita dudukkan dengan kepala sekolah se kabupaten Lima Puluh Kota, usai Permen Dikbud dan juknis PPDB, diterbitkan. Kita selalu menegaskan kepada Kepsek, agar menghimbau walimurid untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang ada di kabupaten Lima Puluh Kota, sesuai zonasinya. Tak dipungkiri, ada anak kita yang memilih bersekolah di luar daerah, mungkin melalui jalur prestasi. Itu hak azazi mereka, kita hanya bisa menghimbau. Siapa lagi yang akan membesarkan sekolah kita, kalau bukan kita,"bebernya.


"Ketatnya persaingan mutu dunia pendidikan, tak bisa dipungkiri. Bahkan sekolah non negeri siap bersaing mutu. Itu sudah lumrah. Kita tidak akan padamkan lampu kawan, tapi lampu kita kita buat semakin terang. Tugas kita adalah bagaimana kita bisa mempertahankan mutu kualifikasi tenaga pendidikan kita. Kita tidak lagi mengejar fisik, peningkatan kompetensi guru jadi prioritas kita. Dampaknya sudah bisa dilihat dari perolehan prestasi pendidikan kita, bahkan hingga nasional. Sekolah penggerak pun sudah banyak di daerah kita. Boarding school kita juga sudah jadi tujuan siswa, yakni di SMPN 1 Kecamatan Payakumbuh. Kita fokus taat regulasi, termasuk aturan terbaru, yakni Permendikbud Nomor 40 tahun 2021. Prestasi ini membuat kita jadi tujuan studi tiru dari luar. Barusan dari Kampar Riau,"jelas Indrawati, lagi.


Dikatakan Indrawati, untuk mendukung visi misi kepala daerah, diterapkan program boarding school, dilaksanakan di sekolah penggerak. Peningkatan kompetensi serta membentuk rumah tahfiz. Mendukung suksesnya program tahfiz ini, di tahun 2022 akan diterbitkan Perbup terkait ini. Termasuk rekrutmen guru hafiz, diprioritaskan pribumi. Dan tidak tertutup kemungkinan dari luar daerah.


Terkait kekurangan tenaga pendidik yang selama ini dikeluhkan pemkab Lima Puluh Kota, kini mulai terjawab. Terbukti dengan direkrutnya 453 tenaga P3K guru. Saat ini sudah terisi sebanyak 373 orang guru. Sisanya akan menyusul di tahun 2022, ini, sesuai rekomendasi Kemenpan RB dan BKN serta kementerian terkait.


"Daerah sangat sulit adalah menjadi prioritas penempatan, seperti di Galugua, Kubang Balambak, di Halaban, dan di Palangkitangan.


Terkait masih minimnya keberadaan SMK di Kabupaten Lima Puluh Kota, kesempatan itu Indrawati berharap kiranya ada perencanaan kebijakan pembangunan SMK yang mengapungkan jurusan kesehatan.


"Daerah kita masih rawan stunting, alangkah baiknya lahir SMK yang spesifik kesehatan di Lima Puluh Kota. Salah satu fisik yang bisa dimanfaatkan adalah bangunan SMA di Simpang Sugiran, yang kini tidak terpakai. Bangunan ini cocok untuk dijadikan kampus, minimal berawal dari SMK swasta, Kita negerikan kedepannya sesuai prosedur dan regulasinya. Bangunan dari APBN ini sebelumnya sudah kita serahkan ke provinsi tanggal 27 September 2017, sesuai kewenangan,"pungkasnya.(Ul)