Marsekal Pertama TNI Kunjungi Tanah Datar -->

AdSense New

Marsekal Pertama TNI Kunjungi Tanah Datar

Sabtu, 05 Februari 2022

Bupati Eka Putra menyambut kunjungan Marsekal Pertama TNI Bestari, di Gedung Indo Jolito Batusangkar

 

Tanah Datar, fajarsumbar.com - Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM sambut kunjungan Kepala Dinas Pembinaan Mental dan Ideologi Angkatan Udara (Kadisbintalidau) Marsekal Pertama TNI DR. Drs. Bastari, M.Pd, M.Si (Han), M.Sc, di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Jum’at (04/02). 


Dikatakan Marsekal, kujungan ke Tanah Datar adalah memperkuat hubungan silaturrahmi dan juga sebagai aspek sosiologi dari presentasi Lanud Sutan Syahrir, yang mana diketahui Sutan Syarir trek recordnya sangat berpengaruh dalam mendirikan Republik Indonesia. Sumatera Barat banyak tokoh pejuang seperti yang dikenal Founding Father atau Bapak Pendiri Bangsa Indonesia. 


"Selain dikenal Founding Father, Sumatera Barat ini juga pernah menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia dimasa PDRI walau itu tidak lama, namun menorehkan sejarah bagi bangsa ini," ucapnya. 


Marsekal Bestari tambahkan, terkait potensi alam dan sejarah di Tanah Datar dikatakannya, merupakan potensi luar biasa yang harus dijaga dan dilestarikan, sehingga generasi penerus tahu dengan sejarah bangsanya. 


Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra sambut baik kunjungan Marsekal Bestari bersama rombongan dan ceritakan sekilas perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), Syafruddin Prawira Negara mulai dari Bukittinggi hingga ke Tanah Datar. 


Dikisahkan Bupati, tentang Perjuangan PDRI yang menyatakan Indonesia masih ada, yang disiarkan melalui Radio YBJ-6 hingga ke India, disitu A.A Maramis ketika mengikuti Konferensi Asia Afrika mendengarkan jika Indonesia masih berdaulat, hingga disuarakan kembali di PBB. 


"Peran Radio YBJ-6 ikut berkontribusi besar dalam menyampaikan informasi kepada dunia International, bahwa Republik Indonesia masih ada, ditandai berjalannya PDRI," ucapnya. 


Bupati menambahkan pada masa itu dikomandoi Mayor DS. Ardiwinata, Radio YBJ-6 harus dibawa dari Bukittinggi menuju Halaban, untuk menghindari kejaran tentara Belanda. Yang pada akhirnya Radio YBJ-6 diinapkan selama tiga bulan dirumah Inyiak Soma di Lareh Aia Nagari Lubuak Jantan Kecamatan Lintau Buo Utara, dari sanalah Radio YBJ-6 kembali mengudara yang membuktikan Indonesia masih ada. 


Dikatakan Bupati lagi, bahwa Tanah Datar memiliki historis yang harus dijaga, disamping kekayaan budaya maupun seni yang bisa dikemas, untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Tanah Datar. 


Bupati juga sampaikan ucapan terima kasih, atas kunjungan Marsekal Pertama TNI AU Bastari yang turut didampingi Kasudisbintalid Disbintalidau Kolonel Joko Tri Cahyono dan Kasubdisbinroh Disbintalidau Kolonel Muttaqin, S.Ag, M.Ag dan beberapa pejabat TNI AU lainnya itu ke Tanah Datar. (fdy)