Jalan ke DPR Direkayasa Hindari Kemacetan Saat Mahasiswa Demo -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Jalan ke DPR Direkayasa Hindari Kemacetan Saat Mahasiswa Demo

Senin, 11 April 2022
Polisi mengalihkan arus lalu lintas di sekitar gedung DPR. (Antara foto/cnnindonesia.com)



Jakarta - Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR dalam rangka mengantisipasi aksi unjuk rasa mahasiswa, Senin (11/4).


Demo digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dengan tuntutan menolak perpanjangan massa jabatan presiden.


Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan penutupan jalan dan rekayasa lalin ini bersifat situasional.


"Kami melihat perkembangan massa, apabila masa cukup banyak maka arus akan ditutup di bawah jembtan layang, dan akan dialihkan ke Jalan Gerbang Pemuda," kata Sambodo kepada wartawan, Senin (11/4).


Berikut daftar penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR:

1. Arus lalu lintas dari Jalan Gatot subroto arah Gedung DPR/mpr di belokkan kiri ke Jalan Gerbang pemuda.

2. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda arah Jalan Gatot Dubroto, di putar balik di kolong layang Farmasi ke Jalan Gerbang Pemuda.

3. Arus lalu lintas dari tol dalam kota yang akan keluar di Offramp Pulo Dua diluruskan ke arah Tomang.

4. Arus lalu lintas dari Jalan Palmerah Timur arah Jalan Gelora diluruskan Jalan Tentara Pelajar.

5. Arus lalu lintas dari Jalan Asia Afrika arah Jalan Gelora dibelok ke kanan Jalan Gerbang Pemuda.

6. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang pemuda arah Jalan Gelora dibelok kiri Jalan Asia Afrika.


Dikutip cnnindonesia.com, sebelumnya, Koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal menyampaikan bahwa pihaknya sengaja melakukan aksi di Gedung DPR dengan harapan para wakil rakyat tetap menjalankan amanat konstitusi dengan tidak memperpanjang masa jabatan presiden.


Kata Luthfi, aksi demonstrasi tersebut rencananya akan digelar mulai pukul 10.00 WIB. Menurutnya, ada empat tuntutan yang akan disampaikan mahasiswa dalam aksi itu.


"Karena kita ingin memastikan konstitusi yang ada berjalan. Maka dari itu kita akan mengawal dari uu dan memastikan DPR RI melaksanakan konstitusi dengan baik sesuai dengan yang sudah ada," ujarnya.(*)