Rusia Klaim Bunuh 1.035 dari 6 Ribu Tentara Bayaran Asing Pro-Ukraina -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Rusia Klaim Bunuh 1.035 dari 6 Ribu Tentara Bayaran Asing Pro-Ukraina

Senin, 18 April 2022

Rusia ungkap 6 ribu tentara bayaran pro-Ukraina, 1.000 orang berhasil dibunuh.


Jakarta - Rusia menyebut Ukraina dibela 6.824 tentara bayaran dari 63 negara di dunia. Pihak Kementerian Pertahanan Rusia pun mengklaim telah membunuh 1.035 tentara asing tersebut di Ukraina.


Sebanyak 400 tentara bayaran asing pro-Ukraina diklaim Kremlin masih terjebak bersama pasukan Ukraina di Kota Mariupol yang dikepung militer Rusia. Sementara itu, 912 tentara bayaran lainnya disebut sudah kabur meninggalkan Ukraina.


Rusia bahkan mengumumkan detail jumlah tentara bayaran asing dari beberapa negara, seperti dikutip dari Russia Today. Terbanyak menurut klaim Kemenhan Rusia adalah tentara asing dari Polandia sebanyak 1.717, sebagaimana dikutip CNNindoneisa.com.


Sekitar 1.500 tentara bayaran asing lainnya berasal dari Amerika Serikat, Kanada, dan Rumania. Sedangkan 300 tentara bayaran asing berasal dari Inggris dan Georgia, sebanyak 193 berasal dari wilayah teritori Turki di Suriah.


Detail mengenai jumlah tentara bayaran asing pro-Ukraina tersebut diumumkan juru bicara Kemenhan Rusia, Igor Konashenkov. Ia mengungkapkan sejumlah tentara bayaran yang terdesak menggali untuk membuat perlindungan di sebuah pabrik tua seluas 11 kilometer persegi di Azovstal.


"Kebanyakan dari mereka berasal dari negara-negara Eropa termasuk Kanada," tutur Konashenkov.


Sang jenderal Rusia itu juga mengklaim telah melakukan intersepsi komunikasi mereka melalui panggilan radio. Kremlin pun memberikan ultimatum kepada tentara bayaran yang bersembunyi di Azovstal untuk segera menyerah.


Sebelumnya, Rusia mengklaim sebanyak 1.000 marinir Ukraina dari Divisi Ke-36 menyerah di pabrik baja Ilyich Mariupol. Namun, Ukraina membantah klaim Rusia itu.


"Saya tegaskan bahwa para tentara bayaran tak memiliki status kombatan di bawah hukum kemanusiaan internasional. Mereka datang ke Ukraina untuk meraup uang dengan membunuh orang-oran Slavik. Untuk itu, hal yang paling pantas menanti mereka adalah status kriminal dan masa penjara yang panjang," ucap Konashenkov.(*)