Diskan Pd.Pariaman Terapkan Smart Fishing, Alat Tangkap Ikan Laut Efektif dan Efesien -->

Adsense Atas-STIE AKBP

Diskan Pd.Pariaman Terapkan Smart Fishing, Alat Tangkap Ikan Laut Efektif dan Efesien

Selasa, 05 April 2022
Alat Tangkap Ikan Laut yang Efektif dan Efesien


Oleh : Anton Wira Tanjung,S.Pi,M.Si

(Sekdis Perikanan Kab. Padang Pariaman)


Produksi perikanan tangkap di perairan laut Kabupaten Padang Pariaman terdiri atas berbagai jenis ikan laut. Diantaranya Ikan Kembung, Tongkol, Cakalang, Udang, dan lain-lainnya. Sedangkan jenis ikan di perairan darat, pada umumnya didominasi oleh Ikan Nila, Gurame, Mas, Garing, Gabus, dan sejenisnya yang tersebar di lokasi perairan umum. Seperti sungai, irigasi dan bandar yang tersebar di 17 Kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman. 


So, produksi perikanan laut tersebut dihasilkan lebih dominan oleh nelayan yang berada di 5 (lima) Kecamatan pesisir Padang Pariaman. Yaitu Kecamatan Batang Anai, Ulakan Tapakis, Nan Sabaris, V Koto Kampung Dalam, Sungai Limau dan Batang Gasan.


Nelayan tersebut menggunakan peralatan tangkap yang masih sederhana. Seperti pukat tepi/pantai, payang, jaring insang tetap, jaring insang hanyut, pancing ulur rawai dan bubu. Sedangkan armada penangkapan ikan yang digunakan, pada umumnya adalah mesin tempel, juga perahu long Tail.


Jumlah Produksi Perikanan Tangkap merupakan ukuran untuk menilai adanya peningkatan produksi perikanan tangkap. Yakni dengan cara membandingkan jumlah produksi perikanan tangkap tahun sekarang, dengan tahun sebelumnya. 


Produksi perikanan tangkap pada tahun 2020 adalah 18.080,30 ton/tahun. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2019), jumlah produksi perikanan tangkap mengalami penurunan dari 22.298,9 ton/tahun menjadi  18.080,30 ton/tahun atau turun sebesar 18,56%. 


Menyikapi kecendrungan penurunan produksi perikanan Tangkap ini, perlu dilakukan langkah-langkah efektif dan terarah agar hasil Tangkapan Nelayan dapat selalu meningkat.


Pada tahun 2022 ini, Dinas Perikanan mengarahkan kepada penyediaan alat bantu penangkapan Ikan sebanyak 18 unit berupa Fish Finder. Yaitu alat untuk pendeteksi arah Ruaya ikan atau alat pendeteksi ikan. Sehingga nelayan tidak perlu lagi berputar-putar untuk mencari Ikan, tetapi langsung ke Lokasi Area Penangkapan Ikan, yang nantinya akan menjadi rujukan bagi nelayan sekitar untuk menuju area penagkapan Ikan. 


Dinas Perikanan Kabupaten Padang Pariaman terus berbenah, dalam Rencana kerja Tahun 2023. Setidaknya, Dinas Perikanan akan menerapkan Smart Fishing. Yaitu suatu alat yang terhuhung dengan Sistem Informasi yang berbasis Gelombang radio, dengan menggunakan alat tersebut para nelayan. Hal demikian, tentu bisa lebih efektif dan efisien dalam menangkap ikan.


Sehingga Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai pilar Smart City, terus dikembangkan oleh masing-masing OPD agar dapat memberikanan kemudahan bagi masyarakat dalam bekerja maupun berusaha pada sektornya masing-masing. Seperti halnya, Dinas Perikanan mengembangkan Smart Fishing untuk memudahkan nelayan menagkap ikan.


Menurut analisis tim teknologi Penangkapan Ikan Dinas Perikanan, dan keterpaduan alat dengan Daerah Penangkapan Ikan direncanakan Tower Smart Fishing VMA akan dipasang di Pesisir Ulakan Tapakis. Juga, alat Fish Finder akan dipasang pada 80 unit armada Penangkapan Ikan milik Nelayan Kabupaten Padang Pariaman. Yakni tersebar di Kecamatan Batang Anai, Ulakan Tapakis, Nan Sabaris, V Koto Kampung Dalam, Sungai Limau dan Batang Gasan. 


Cara kerja smart fishing Vessel Multi Aid (VMA) pada dasarnya merupakan alat bantu dalam penangkapan ikan. Secara fisik alat ini terdiri dari layar yang dilengkapi dengan cover pelindung, sumber listrik utama yaitu panel surya, serta antenna setinggi 3 m. Alat ini, bisa membantu mempermudah nelayan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak. VMA menggunakan sinyal dalam penggunaannya dengan memiliki perangkat lunak bersistem android.


VMA merupakan teknologi yang baru, maka dibutuhkan pembelajaran dan pendampingan agar nelayan dapat menggunakan alat ini secara mandiri. Sehingga nelayan yang telah menerima perangkat ini, sangat berguna dan memahami pentingnya fungsi alat ini nantinya. Sinyal pada alat ini, bisa mencapai 70 km dari arah tower ke laut, dan 30 km ke samping kanan dan kiri, membentuk seperti cone shape.


Perangakat yang ada dalam Smart Fishing tersebut seperti, Pencari Daerah Penangkapan Ikan (DPI) bertujuan untuk memberikan informasi yang berguna bagi nelayan agar dapat memudahkan dalam mengetahui lokasi penangkapan ikan yang sesuai. Selain itu, hal ini juga bertujuan agar dapat meningkatkan efisiensi pada aspek biaya dan waktu. 


Pemberian data DPI tersebut, merupakan informasi yang cukup bermanfaat sebagai panduan dalam mencari posisi ikan. Pada prinsipnya, penentuan daerah potensi ikan ini, didasarkan kepada sebaran sea surface temperature (SST) dan konsentrasi klorofil- a. Sehingga didapatkan kemungkinan lokasi daerah yang berpotensi menjadi daerah penangkapan ikan.


VMA mendapatkan data analisis daerah potensi ikan dari BROL, kemudian di bagikan ke nelayan melalui system yang ada pada VMA. Informasi daerah potensi ikan ini, akan terupdate setiap harinya setiap pukul 09.00 pagi. Jika informasi sudah diunduh sebelumnya, maka informasi daerah potensi ikan dapat diakses walaupun di luar jangkauan sinyal dsb.


Selanjunya, Penggunaan fitur bantuan navigasi yang ada dalam VMA berguna untuk menunjukkan arah Haluan yang menjadi pedoman pada saat melakukan pelayaran menuju lokasi tertentu. Selain itu, dalam peta yang ditunjukkan, juga memuat data kontur kedalaman perarian yang sangat berguna dalam menentukan jalur perairan yang aman untuk dilalui oleh kapal.


Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya Smart Fishing VMA memiliki fitur yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan. Diantaranya pencari daerah penangkapan ikan, pengisian logbook elektronik, informasi cuaca, serta GPS untuk navigasi pelayaran, fitur SOS yang terintegrasi dengan baik, juga bisa berkomunikasi dengan yang ada di darat melalui fitur Yukom Chat.


Fitur tersebut berbasis android sehingga mudah untuk dioperasikan. Pemanfa'atan penggunaan VMA oleh nelayan dapat lebih optimal. Itupun, apabila dilakukan pendampingan secara berkala oleh Dinas Perikanan Kabupaten padang Pariaman sampai nelayan mahir menggunakan alat tersebut.