Terima Restu Warga PDR, Mulyadi ST Serahkan Berkas Pencalonan Wanag Koto Tuo -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Terima Restu Warga PDR, Mulyadi ST Serahkan Berkas Pencalonan Wanag Koto Tuo

Kamis, 07 April 2022
Mulyadi ST serahkan berkas bakal calon wali nagari Koto Tuo 


Payakumbuh, fajarsumbar.com - Sepanjang sejarah, belum ada warga Jorong Padang Rantang (PDR) kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau yang tampil sebagai calon dan Wali Nagari setempat.


Namun, periode ini ada sosok pemuda tampan dan mapan mencoba untuk maju mencalonkan diri sebagai calon wali nagari Koto Tuo.


Dialah Mulyadi, ST, warga Jorong Padang Rantang yang berprofesi sebagai seorang wiraswasta. Tinggal di Padang Rantang bersama istri Titin Aprianis Piliang (Anak dari Datuk Rangkayo Mulia) dan anak-anaknya.


Mulyadi sosok pengusaha muda, lahir di Padang tanggal 11 November 1975 dan menamatkan sarjana teknik di ITP di Padang. Usai menamat pendidikannya, Mulyadi merantau ke Batam dan ke Jawa. Berbagai pengalaman bekerja, baik di perusahaan domestik dan luar negeri.


Tanggal 2 Juli 2004, Mulyadi bersua jodoh dan melangsungkan pernikahan dengan Titin Aprianis. Usai menikah mereka masih sempat menjalani kehidupan keluarga di Surabaya. Capek merantau akhirnya mereka pulang kampung ke Jorong Padang Rantang 
Aktif dan kreatif selama di rantau, tak dilewatkan Mulyadi dan keluarganya untuk ikut membangun keluarga dan kampung halaman. Bersama warga, tokoh agama, adat dan tokoh masyarakat Padang Rantang, Mulyadi ikut andil memajukan rumah quran dan pondok tahfiz Darul Jadid. Pondok tahfiz ini juga telah mewisuda puluhan para santri akhir 2021 lalu, oleh Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo.


Mulyadi dan keluarga adalah donatur dan pembina Pondok Tahfizh Darul Jadid Jorong Padang. Pendidikan al quran dilangsungkan secara gratis, alias tidak memungut biaya dari para santri. Tapi Mulyadi mencoba mencari dana dari rekanannya di rantau. Hingga kini, santri pondok tahfiz yang dikelola Mulyadi bersama para mudir sudah memiliki 300 santri al quran.


Bukan hanya dalam segi keagamaan, Mulyadi juga dikenal santun dan pandai bergaul dengan siapa saja. Mulyadi dipercayai warga sebagai pembina Karang Taruna setempat. Mulyadi membeli sebuah rumah di RW II Balai Betung kelurahan Ompang Tanah Sirah, di rumah ini Mulyadi membuka Kursus Bahasa Inggris Gratis untuk anak SD sampai SMA.


Keaktifan selama 2 tahun di kampung halaman inilah menjadi dasar warga dan tokoh masyarakat untuk mengusung Mulyadi maju sebagai bakal calon wali nagari Koto Tuo, 6 tahun kedepan.


"Belum pernah ada wali nagari dari kampuang kito. Kini alah ado warga kito nan milinieal. Mulyadi memiliki potensi besar. Selama 2 tahun di kampung membawa perubahan signifikan, rumah tahfiz, pondok quran, serta pandai berinteraksi, serta peduli kemanusiaan. Mulyadi mulai merubah mindset warga, untuk bisa berpikir profesional, tidak lagi membedakan pribumi dengan sumando. Itulah dasar kami mengusung Mulyadi. Ini merupakan kesepakatan tokoh masyarakat, karang taruna dan masyarakat,"terang Zulfahmi Dt Indo Marajo diamini M. Dt Paduko, N. Dt Ajo Malano, Saiful Azim dan Fauzi.


Pada Kamis(07/04/2022), Mulyadi hadir di kantor walinagari Koto Tuo untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon walinagari. Semua berkas yang diminta panitia pemilihan dilengkapinya. Mulyadi tidak hadir sendiri, tapi puluhan warga hadir mendampinginya sembari menyampaikan dukungan secara nyata, memanfaatkan 11 minibus dan pickup.


"Kita maju mencalonkan diri adalah untuk melakukan perubahan. Sudah saatnya yang muda membangun kampung, dan kita punya basik akan itu. Alhamdulillah, kita direstui warga. Terbukti, kita diantarkan untuk mencalonkan oleh Ninik mamak, Pemuda, Bundo kanduang, Cadiak pandai, Pemuka Masyarakat, Ustadz dan Ustadz dan Wali Santri Pondok Tahfizh Darul Jadid serta
Santriwan/i Pondok Tahfizh Darul Jadid,"ungkap Mulyadi didampingi istrinya.


"Kalau ingin melakukan perubahan, kita harus bersedia maju dan memajukan. Jangan selamanya jadi penonton. Jadilah pembawa perubahan yang baik. Mari kita bersama membangun kampung yang kita cintai,"pungkasnya.


Terpisah, Ketua Sekretariat pemilihan wali nagari Koto Tuo, H. Saiful Guci kepada media menjelaskan bahwa dirinya bersama 4 rekannnya saat ini melakukan tahapan penerimaan pendaftaran bakal calon wali nagari. Selanjutnya berkas bakal diteliti sesuai aturannya.


"Tanggal 1 s/d 11 April adalah tahap pendaftaran. Sampai hari ini sudah ada 5 berkas pendaftar. Dari Jorong Padang Rantang, Mulyadi, dari Pulutan, Eko Pratama, dari Koto Tuo, Yopi Handra, dari Taratak Padang Rajo, Armyumarzel, dan Tanjung Pati, Adi Saputra. Menyusul Jorong Simpang 4, besok pagi. Semua tahapan kuta laksanakan sesuai Perbup Lima Puluh Kota 130 tahun 2021. Termasuk jika ada kemungkinan ada +5 balon. Kita terapkan pasal 37 Perbup tersebut. Kami yakin calon lebih dari 5 orang balon,"jelas Saiful Guci didampingi Agusman dan Alex Sandra.


Syahril Dt Sinaro Panjang selaku walinagari Koto Tuo yang akan berakhir Juli 2022 ini berharap agar para balon yang akan jadi calon tetap menjunjung demokrasi, pilwanag badunsanak. Diterangkan walinagari 4 periode ini, bahwa wajib pilih nagari Koto Tuo berjumlah 5460 jiwa. Setidaknya partisipan 85 persen.


"Nagari Koto Tuo tidak memiliki sumber daya alam, yang ada hanya lahan pertanian tadah hujan. Sementara warga kita mayoritas petani. Semoga wali nagari kedepan adalah wali nagari yang punya visi dan misi membangun Koto Tuo bangkit dari keterputukan akibat covid-19. Tokoh yang membangun untuk dunia akhirat, tokoh yang bervisi kedepan,"harap walinagari yang sudah berusia 67 tahun ini.(Ul)