4 Ekor Kerbau Terindikasi Menderita PMK di Jorong Koto Rambah, Sangir -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

4 Ekor Kerbau Terindikasi Menderita PMK di Jorong Koto Rambah, Sangir

Rabu, 25 Mei 2022
Salah seorang petugas dari kesehatan hewan Solok Selatan sedang memeriksa kondisi ternak sapi dan kerbau di Solsel.


Solsel, fajarsumbar.com – Menindaklanjuti laporan pertanak di Jorong Koto Rambah Nagari Lubuk Gadang Utara, medik veteriner dan para medis pada Dinas Pertanian langsung turun ke lapangan untuk menangani suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Selasa (24/05/2022).


Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Irwan Supriadi mengatakan, dari gejala yang ditemukan petugas, sebanyak empat ekor kerbau terindikasi menderita penyakit mulut dan kuku di Jorong Koto Rambah Kcematan Sangir.


Gejala yang ditemukan pada hewan tersebut, hewan ternak sedang deman, suhu tubuh mencapai 41 derjad, blister di mulut bahkan sampai melepuh, air liur yang berlebih dan menggantung pada mulut hewan ternak.


Selain itu, juga ditemukan luka pada bagian kuku, dalam kondisi akut, dapat menyebabkan kuku terkelupas, sehingga menyebabkan hewan dalam kondisi pincang.


Untuk mengatasi penyakit tersebut, dokter hewan telah memberikan pengobatan berupa pemberian vitamin untuk meningkatkan imun tubuh hewan. Pada lokasi kandang juga telah diberikan disinfektan, sebut Irwan.


Mengantisipasi penularan kepada hewan ternak lain, hewan ternak yang telah terindikasi menderita PMK telah diisolasi dan telah diingatkan kepada peternak. Sementara itu, penyebaran virus melalui udara atau menempel pada baju petugas, baju pelindung petugas juga telah dimusnahkan, tambahnya.


Salah satu dampak dari penyakit mulut dan kuku, adalah penurunan produktivitas dan kesuburan pada hewan. Sementara itu, tingkat kematian pada hewan dewasa yang menderita PMK sekitar 5 %, sementara pada anak hewan ternak mencapai 20 %.


Selama terjadinya penyakit mulut dan kuku, telah ditemukan 40 kasus hewan ternak menderita PMK di Solok Selatan. 


Berdasarkan hasil laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi, sampel yang dikirim dan telah diperiksa sebanyak 2 sampel hewan dari 9 ekor hewan ternak di Daerah Sungai Lambai Nagari Lubuk Gadang Selatan. Hasilnya kedua sampel yang dikirim tersebut positif menderita PMK, dan 7 hewan lainnya juga mengalami gejala yang sama.


Jika ada masyarakat Solok Selatan yang memelihara ternak sapi, kerbau atau kambing yang menunjukan gejala-gejala menderita penyakit mulut dan kuku, dapat menghubungi 3 (tiga) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Solok Selatan, yang bertempat di Pekan Selasa Kecamatan Pauh Duo, Puskeswan Sangir dan Puskeswan Sungai Gadiang Kecamatan Sangir Balai Janggo. Atau dapat menghubungi penyuluh pertanian terdekat dan melalui hotline Dinas Pertanian Solok SeSelatn. (Abg)