Ratusan Ternak Terpapar PMK, Kadis Tidak Bisa Dihubungi. -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Ratusan Ternak Terpapar PMK, Kadis Tidak Bisa Dihubungi.

Kamis, 16 Juni 2022

Wali Nagari Koto Dalam Barat, Indra Suhada Saat melihat ternak warga terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK) di Korong Tanjuang Mutuih. Kamis (16/06/2022)





Padang Pariaman, fajarsumbar.com-
Ratusan ekor sapi dan puluhan kerbau warga terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) di Korong Tanjuang Mutuih, nagari Koto Dalam Barat Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman. Kamis (16/06/2022)




" Ada sekitar 150 ekor sapi milik masyarakat yang terkena penyakit mulut dan kuku, 95 ekor kerbau juga ikut terkena serangan virus berbahaya sehingga menyebabkan warga pemilik ternak kecemasan" Ujar Indra Suhada, Wali Nagari Koto Dalam Barat. 






Ia menegaskan data yang disampaikan  berdasarkan laporan dari masyarakat dan hasil melihat lansung ke kandang  ternak milik warga yang terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, hingga detik sekarang belum ada solusi yang diberikan oleh dinas terkait walaupun sudah diberitahu. 





Indra Suhada kembali menuturkan, masyarakatnya saat ini merasakan kecemasan yang mendalam akibat penyakit yang menyerang hewan ternaknya hingga saat ini sudah mencapai ratusan ekor ternak milik masyarakat sudah mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dibawa virus.




Wali Nagari Koto Dalam Barat, Indra Suhada menyayangkan lambatnya dinas terkait turun menangapi kejadian yang menimpa ternak milik warganya. 




"Sudah hampir sebulan penyakit mulut dan kuku (PMK) menyerang ternak warga. Namun, dinas Peternakan dan Hewan hingga saat ini belum ada yang melakukan pengecekan kelapangan" tegas Indra Suhada dengan nada kecewa 





Pemilik sapi ternak yang terserang penyakit mulut dan kuku (PMK) M Nasir (55 tahun) warga Korong Tanjuang Mutuih, Nagari Koto Dalam (PMK) kepada fajarsumbar.com mengatakan ternak miliknya sudah seminggu terserang penyakit yang dirinya menyebut penyakit aneh yang pernah ditemui selama puluhan tahun beternak. 






Ia mengaku sampai saat ini, dirinya masih bingun melihat kondisi penyakit yang menimpa hewan ternaknya. Jika ada mantari hewan ( Tim Dinas peternakan dan kesehatan hewan)  turun kelapangan, tentu dapat pula untuk bertanya. Namun, hal itu belum ia temui sampai sekarang. Ujarnya dengan nada bingung. 





Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Hewan Kabupaten Padang Pariaman Bustanil Arifin saat dihubungi melalui telefon celuler tidak ada jawaban hingga berita ini diturunkan. (Heri)