Warga Peringatan Perang Manggopoh ke-114 -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Warga Peringatan Perang Manggopoh ke-114

Kamis, 16 Juni 2022
.


Agam - Semarak peringatan Perang Manggopoh ke-114 tidak hanya terasa di kalangan pemerintah saja. Namun, peristiwa menggenang jasa pahlawan itu menyimpan kesan bagi masyarakat setempat.


Hal itu tampak dari tumpah ruahnya masyarakat di medan bapaneh Balai Satu Nagari Manggopoh, pada Kamis (16/6). Tidak hanya itu, toa mushala di daerah itu tidak hentinya menyuarakan pesan-pesan semangat perjuangan Mande Siti.


Pantau AMC di lokasi, ratusan masyarakat Nagari Manggopoh tampak antusias menyaksikan rangkaian Peringatan Perang Manggopoh ke-114. Sejumlah penampilan bertajuk Siti Manggopoh ditampilkan pada saat itu.


Tokoh masyarakat Manggopoh, Nofriyaldi mengatakan, momen yang diperingatan satu kali setahun itu menjadi alarm pengingat bagi generasi masa kini tentang semangat jasa pahlawan Manggopoh.


“Momen satu kali setahun ini menyimpan kesan bagi masyarakat Manggopoh, dengan beragam acara ini membuat masyarakat memahami bahwa semangat mande siti masih hidup hingga sekarang,” katanya.


Menurutnya, Siti Manggopoh merupakan sosok perempuan pemberani yang tak kenal kata menyerah. Untuk itu, semangat kepahlawanannya sangat perlu diwariskan ke generasi saat ini.


“Kita berharap semangat tersebut dapat terus hidup di tengah-tengah masyarakat. Generasi muda semoga menauladani semangat pantang menyerah mande siti,” ujarnya.


Hal senada juga diutarakan Sri Mulyani salah seorang warga setempat. Dirinya mengaku menyengajakan diri menyaksikan rangkaian peringatan Perang Manggopoh ke-114.


“Ini kan acara satu kali setahun, dimana acara ini memang ditunggu-tunggu masyarakat. Melalui acara inilah ingatan masyarakat tentang peristiwa penting di nagari ini bisa terus segar,” tuturnya.


Sebagai generasi muda, Sri mengaku cerita kepahlawanan Siti Manggopoh terus didengungkan oleh para pendahulu di daerah itu. Menurutnya, semangat pejuang Perang Manggopoh masih relevan pada masa kini.


“Semangat mande siti masih terus hidup sampai kapanpun itu, asalkan generasi muda tidak lupa dengan sejarah,” pungkasnya. (*/yanto)