Jordi Amat Dapat Gelar Kebangsawanan, Diakui Cucu Raja Sulawesi Utara -->

Jordi Amat Dapat Gelar Kebangsawanan, Diakui Cucu Raja Sulawesi Utara

Jumat, 01 Juli 2022

Calon pemain naturalisasi Indonesia Jordi Amat dapat gelar kebangsawanan. Dia diakui sebagai keturunan Kerajaan Siau, Sulawesi Utara.


JAKARTA - Calon pemain naturalisasi Indonesia Jordi Amat dapat gelar kebangsawanan. Dia diakui sebagai keturunan Kerajaan Siau, Sulawesi Utara. 


Hal itu diketahui dari unggahan Instagram Story di akun miliknya @jordiamat5, Jumat (1/7/2022). Dia mengunggah surat yang berisikan Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara (DEKKAN) meresmikan dirinya sebagai anggota kehormatan. 


Jordi Amat mendapat gelar pangeran dan kini bernama lengkap Yang Mulia Pangeran Jordi Amat Maas. Dalam unggahan itu, dijelaskan bek berusia 30 tahun itu merupakan Generasi ketiga (cucu) dari Raja M.D Kansil, Kerajaan Riau, Sulawesi Utara, sebagaimana dikutip iNews.id.


Dokumen tersebut ditandatangani langsung Ketua Umum, dan Sekertaris Jenderal Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara. Pada 2021 Jordi Amat memang sudah mengungkapkan punya keturunan Kerajaan Siau Sulawesi Utara.


Terlepas dari itu, saat ini Jordi Amat tengah menerima banyak kecaman. Dia dianggap tak layak menerima status naturalisasi.


Belakangan, naturalisasi eks penggawa KAS Eupen itu diminta untuk dibatalkan. Penyebabnya, warganet Tanah Air menganggap Jordi Amat hanya akan memanfaatkan status naturalisasinya sebagai keuntungan pribadi.


Apalagi, saat ini Jordi baru saja bergabung dengan klub Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT). Namun demikian, Jordi Amat sudah mengklarifikasi alasannya bergabung dengan JDT, dan ia berharap masyarakat menghormati keputusannya.


Kabarnya, kini pihak DPR RI sudah menerima dua surat permohonan naturalisasi, termasuk dokumen milik Jordi Amat. Satu dokumen lainnya adalah permohonan naturalisasi Sandy Walsh.


Rencananya, jika naturalisasi berjalan lancar, dua pemain itu akan diplot oleh Shin Tae-yong sebagai amunisi baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Terlebih, keduanya memiliki pengalaman bermain di Eropa.(*)