Pembangunan Optimalisasi Spam IKK Sawahlunto, Konsultan Gagap Jawab Pertanyaan Wartawan -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Pembangunan Optimalisasi Spam IKK Sawahlunto, Konsultan Gagap Jawab Pertanyaan Wartawan

Rabu, 17 Agustus 2022
Galian pipa pembangunan optimalisasi spam IKK Sawahlunto.


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Banyaknya keluhan masyarakat terkait dampak dari pembangunan Optimalisasi Spam IKK Kota Sawahlunto di jalan provinsi dan kota dengan galian pipa sepanjang 5,7 kilometer membuat sejumlah awak media menyambangi kantor konsultan supervisi pekerjaan tersebut, Selasa 16 Agustus 2022 di area Silo sebelah kantor BPJS Sawahlunto. 


Menjawab pertanyaan wartawan yang mengarah ke teknis pekerjaan, konsultan supervisi agak sedikit gagap untuk mencari dalil-dalil yang berujung sudah melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya atau RAB. 


Kegiatan tersebut merupakan program Bank Dunia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sumatera Barat, Satuan Kerja Pelaksanaan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat. 


Pekerjaan optimalisasi Spam IKK Kota Sawahlunto dengan nomor kontrak HK.01.02/15/PPK.AM/PPP-SB/2021, tanggal kontrak 30 November 2021, waktu pelaksanaan 300 hari kerja, nilai kontrak Rp27.921.611.000, Konsultan Supervisi PT Dacrea Design and Engineering Consultans Join Operation With PT Deserco Development Services, Kontraktor Pelaksana PT Jasuka Bangun Pratama - PT Bayu Surya Bakti Konstruksi (KSO), tahun anggaran APBN 2021-2022. 


Konsultan Quality Engineer, Dedi Gusman dalam pekerjaan ini mengatakan, kegiatan ini merupakan program National Urban Water Supply Project (NUWSP) atau program air minum untuk daerah perkotaan. Setelah adendum pekerjaan ini akan berakhir pada 28 Oktober 2022. 


"Kami sebagai supervisi perwakilan dari pemerintah pusat untuk mengawal project yang ada di Kota Sawahlunto. Setiap minggu kami melakukannya supervisi atau pelaporan harian maupun mingguan dan melaporkan melalui zoom meeting secara berkala," ujar Dedi kepada awak media. 


Kata Dedi, NUWSP merupakan program Bank Dunia yang dipinjamkan melalui pemerintah pusat atau APBN. Jadi, pihaknya diminta untuk melakukan pengawasan terhadap pekerjaan agar dilaksanakan tepat waktu, tepat kualitas dan tepat sasaran. 


Dalam pekerjaan terdapat 4 segmen, segmen Kandi pembangunan IPA baru kapasitas 30 liter per detik dengan jaringan pipa sepanjang 5,7 KM, segmen Lunto merehab pipa kapasitas  20 liter per detik. Segmen Batu Tajam rehab pipa kapasitas 10 liter per detik dan segmen Rantih untuk penggantian pompa. 


Progres pekerjaan sampai saat ini sudah mencapai 63 persen atau Rp16 miliar yang terealisasi. Terkait pekerjaan selesai sesuai target, Dedi berkilah tergantung Material On Site dan dari pihak pelaksana optimistis. 


Terkait galian pipa Dedi mengakui adanya aduan masyarakat karena material yang berserakan ke jalan, pihaknya juga telah menyampaikan kepada kontraktor agar mempercepat pekerjaan tersebut. Bekas galian pipa itu baru bisa dilakukan pengecoran K 250 usai dilakukan uji tes yang memenuhi syarat. 


Jenis pipa yang dipakai HDPE khusus untuk air minum berdiameter 300 milimeter, dengan kedalaman galian pipa 150 centimeter. Untuk penanaman pipa HDPE sesuai RAB tidak diharuskan diberi pasir terlebih dahulu, cuma memasang harus dipastikan tanah atau timbunan itu seperti pasir urukan. Ada batupun tidak masalah karena mutu pipa HDPE itu sendiri sudah diakui kekuatannya. Menurutnya seluruh pekerjaan sudah sesuai dengan RAB. 


Sebenarnya untuk kedalaman galian pipa sudah ada juknisnya atau kriterianya ucap Dedi. Untuk kedalaman pipa yang tidak sampai 150 centimeter itu harus dilengkapi dengan berita acara. Dedi sedikit gagap menjawab pertanyaan wartawan yang mengarah ke teknik penggalian pipa yang menggunakan ekskavator kecil. 


"Terkait pola pekerjaan itu tentu tidak bisa kita pastikan seperti ini, seperti itunya. Cuma pihak kontraktor pelaksana mempunyai komitmen untuk memperbaiki kondisi jalan yang sudah rusak. Dampak dari setiap pembangunan itu akan selalu ada. Untuk jangka panjang kita membangun ini demi kebaikan jangka panjang," ungkapnya kemudian. 


Media ini masih berusaha mengkonfirmasi kepada pihak-pihak terkait termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sumatera Barat yang disebut-sebut Konsultan Supervisi bernama Budi Prasetyo Luhur atau biasa disapa Luluk. (ton)