Wabup Richi Buka Rapat FLLAJ Sumbar -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Wabup Richi Buka Rapat FLLAJ Sumbar

Rabu, 03 Agustus 2022

Rapat FLLAJ Sumbar, di Emersia Hotel Batusangkar

 

Tanah Datar, fajarsumbar.com - Wakil Bupati (Wabup) Tanah Datar Richi Aprian SH. MH membuka secara resmi rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Sumatera Barat (Sumbar), di Ballroom Emersia Hotel dan Resort Batusangkar, Selasa (2/8/22). 


Wabup katakan, Tanah Datar merupakan pusek jalo pumpunan ikan, yang memiliki banyak sekali objek wisata. Baik wisata budayanya, wisata alam, wisata minat khusus, maupun wisata kuliner. 


"Tanah Datar sebagai Luhak Nan Tuo juga menjadi salah satu daerah tujuan wisawatan yang datang ke Sumbar, sehingga arus kendaraan yang masuk dan keluar di Tanah Datar juga tinggi," sampai Wabup Richi. 


Sedangkan untuk jumlah arus orang dan arus barang yang masuk ke Tanah Datar, ungkap Wabup, sebanding lurus juga dengan angka kecelakaan yang terjadi di Tanah Datar.


Wabup sampaikan, rata-rata di Kabupaten Tanah Datar terjadi sekitar 12 kecelakaan setiap bulannya, dan jumlah korban kecelakaan di wilayah hukum Tanah Datar dan Padang Panjang juga cukup meningkat setiap tahunnya. 


"Untuk itu kami sangat mendukung dan ucapkan terimakasih, telah memilih Tanah Datar untuk rapat FLLAJ pada hari ini. Di jalan raya tidak hanya kendaraannya saja yang sehat, jalannya juga sehat, dan orangnya juga sehat. Kami berharap banyak hal yang bisa kita diakusikan," kata Richi Aprian. 


Richi juga tambahkan, isu yang paling sentral dan perlu dibahas saat ini adalah, perlambatan laju kendaraan di daerah yang rawan terjadinya kecelakaan, salah satunya di kawasan Kelok Sikumbang jalan raya Batusangkar-Padang Panjang. Bahkan di lokasi itu, dalam satu hari atau hanya hitungan jam, terjadi dua kali kecelakaan ditempat yang sama. 


"Kalau masalah kecelakaan ini tidak diatasi makin banyak lagi korban warga Sumatera Barat yang jatuh di Tanah Datar," tambah Wabup. 


Sebelumnya, Kadis Perhubungan Provinsi Sumbar Heri Nofiardi mengatakan, kegiatan rapat forum ini merupakan wadah bagi semua para pemangku ahli dibidang transportasi, dalam rangka bertukar pikiran mencarikan solusi dan mencari strategi yang tepat, dalam rangka pengurangan kecelakaan berkendara dan truck Over Dimension dan Over Loading (ODOL). 


"Keberadaan ODOL atau truk tambun yang bobot dan ukurannya melampaui batas, sudah menjadi momok yang menakutkan dan membahayakan keselamatan adekmasyarakat umum, maupun pengguna jalan lainnya. (F12)