CFD Dianggap Rampas Hak Libur ASN, Begini Penjelasan Bupati Solsel -->

CFD Dianggap Rampas Hak Libur ASN, Begini Penjelasan Bupati Solsel

Senin, 12 September 2022
Bupati, Wakil Bupati, Sekdakab Solok Selatan saat memimpin rapat evaluasi kinerja termasuk evaluasi Cafreday. 


Solsel, fajarsumbar.com - Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) menganggap Car Free Day (CFD) dan Goes yang dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan (Solsel) dianggap telah 'merampas' hak libur pegawai. 


Pemkab Solok Selatan menerapkan agenda full days setiap harinya. Kegiatan tersebut dalam bentuk penyegaran dan menjaga kesehatan selama lima hari kerja di kantoran.


Seperti agenda gowes atau sepeda santai merupakan agenda baru yang dilaksanakan setiap hari Sabtu dan car free day (CFD) atau olahraga senam digelar di setiap hari Minggu dipusatkan di setiap kecamatan yang ada di Solok Selatan. 


Kegiatan itu sudah satu tahun dilaksanakan. Pemkab Solok Selatan lakukan evaluasi kegiatan yang diikuti seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) asisten dan staf ahli serta lainnya, Senin (12/9/2022).


Bupati Solok Selatan, H. Khairunas pada evaluasi kegiatan itu mengatakan, ia sudah banyak mendapat informasi kurang menyenangkan terutama bagi pegawai ASN Solok Selatan, terkait dengan kegiatan kegiatan CFD dan Goes setiap hari Sabtu dan Minggu. 


Bahkan masyarakat luas juga menilai kegiatan ini merupakan perampasan hak seorang ASN bersama keluarganya di saat hari libur. 


"Perlu saya jelaskan, kegiatan care free day dan goes ini merupakan salah satu visi dan misi Bupati Wakil Bupati Solok Selatan dalam rangka pendekatan, sosialisasi serta menjemput aspirasi masyarakat bawah," ujarnya. 


Kegiatan ini bukan serimonial saja, ini merupakan olah raga bagi ASN dan ini sudah berjalan selama satu tahun dan tidak salahnya ini harus dievaluasi, dan masing masing kecamatan melaksanakan kegiatan ini. "Saya minta laporan kegiatan ini, jujur saja bagi ASN yang tidak ikut sama sekali akan diambil tindakan," tegasnya. 


"Empat ribu lebih pegawai Pemda Solok Selatan ditujuh kecamatan, belum lagi sekolah sekolah, memang kami wajibkan untuk ikut kegiatan ini dengan tujuan pertama sehat dan disiplin," ucap bupati


Bisa menghitung berapa kali kegiatan ini dilaksanakan, jangan hanya kepala OPD saja yang jadir dalam kegiatan CFD ini. 


Goes bisa tidak hadir karena tidak semua pegawai memilki sepeda namun yang kami harapkan hadir dalam kegiatan CFD saja boleh. 


Bupati mensentil pihak Dinas Kesehatan RSUD Solok Selatan banyak dokter dokter yang tidak ikut kegiatan yang digelar pemda ini. 


"Saya kasih waktu dalam jangka waktu lima belas hari ke depan ada perobahanya dan berharap Kepala Inspektorat untuk mendatanya. Mari kita evaluasi dimana salahnya, apakah kita melanggar aturan dan ini merupakan kedisiplinan kita sebagai Aparatur Negara yang digaji," tambahnya.


Saya akui disiplin pegawai pemda Solok Selatan semakin hari semakin membaik, walaupun masih melandai. Berharap setiap kegiatan kegiatan internal OPD kantor jangan hanya dilaporkan melalui foto foto saja, absensi juga menjadi tolak ukur," tegas bupati. (Abg)