Panen Perdana Jagung di Lokasi Padat Karya di Kab. Sijunjung Memuaskan, Tradisi Bakau Adat Dipertahankan -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Panen Perdana Jagung di Lokasi Padat Karya di Kab. Sijunjung Memuaskan, Tradisi Bakau Adat Dipertahankan

Jumat, 23 September 2022
Peragakan panen jagung.


Sijunjung, fajarsumbar.com  - Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) lakukan panen jagung perdana di lokasi padat karya dari dana desa di Kecamatan Sumpur Kudus Nagari Kumanis, Kamis (22/9/2022).  Pada panen perdana itu terdapat dari hasil  ubinan 12,8 ton perhetare, adapun bibit yang di tanam Pioner 27. 


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung Ir.Ronaldi mengakui puas dari hasil panen yang di dapat 12,8 ton perhetare.


Menurutnya, komoditi jagung saat ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, karena permintaan terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini bisa dilihat dari usaha peternak, unggas makin berkembang, sehingga hal ini membuat harga dari pakan ternak dari jagung saat ini cukup bagus. "Saat ini saja harga jagung di pasaran sudah mencapai Rp5 ribu/kilo," ujarnya.


Hal ini tentunya sangat membantu mengangkat perekonomian masyarakat, untuk itu pemerintah daerah akan terus mendukung budidaya tanaman jagung ini supaya berkembang di masyarakat dan ini tentu butuh dukungan semua pihak dalam pengembangan budidaya jagung ini.


Foto bersama


Dikatakannya, di Kabupaten Sijunjung selain jagung di bidang komoditi pangan lainnya, juga terdapat padi termasuk juga hultikultura, juga bagus, karena memang Sijunjung merupakan sektor pertanian  yang  strategi. "Kita tahu bahwasanya masyarakat Sijunjung itu 80 % tergantung hidupnya di sektor pertanian, sehingga sektor pertanian menjadi satu-satunya sektor yang bisa mengangkat ekonomi masyarakat," sambungnya.


Terkait dengan itu sesuai juga dengan visi dan misi pemerintah daerah yang dituangkan di RPJMD Kabupaten Sijunjung sektor pertanian, ini menjadi sektor prioritas. Artinya pemerintah sangat fokus dan sangat serius untuk mendukung program-program pertanian, karena semua komoditi cocok di Sijunjung. Tidak hanya tanaman pangan di sektor perkebunan juga bagus, untuk itu pemerintah daaerah terus berupaya mengangkat komoditi strategis  saat ini.


"Saat ini yang kita kembangkan itu seperti padi jagung kemudian, dihultikultura buah-buahan seperti manggis dan durian. Sedangkan tanaman sayur-sayuran, cabe kemudian di sektor perkebunanan yang menjadi prioritas pengembangan di kabupaten Sijunjung. Ini adalah sawit dan karet karena itu memang sudah menjadi budaya masyarakat dan semua komoditi itu memiliki prospek harga yang cukup bagus, tambahnya.


Sementara itu Wali Nagari Kumanis Sumiki Kamel, mengucapkan syukur melihat hasil panen jagung sangat memuaskan. Dimana menurut wali nagari penanaman jagung bersumber dari dana desa dengan sistem melibatkan seluruh masyarakat untuk bekerja dengan upah harian Rp90 ribu/hari. 


Sedangkan hasilnya nanti dibagi sebagian untuk Bumdes dan ada untuk masyarakat, sebagian lagi untuk dana talangan untuk penanaman berikutnya. Artinya dalam kegiatan ini yang mengelola adalah nagari dan bekerja sama dengan Bumdes.


Ketua Dekranasda, Ny. Riri Benny Dwifa (baju putih) bersama-sama dengan kepala Dinas Pertanian saat panen jagung.


"Kita berharap setidak-tidaknyaa dengan kegiatan ini dan dengan hasil yang didapat bisa memancing motivasi masyarakat, dengan harapan seluruh masyarakat lebih memprioritaskan jagung ini, karena potensinya cukup bangus," bebernya.


Selain panen jagung, Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung juga melakukan agenda bakaua adat yang dihelat Wali Nagari Kumanis bersama-sama dengan pemungka masyarakat. Mulai dari niniak mamak bundo kanduang, seluruh perangkat nagari dan masyarakat di Kuburajo, Jorong Tanjung Alam Nagari Kumanis.


Inti dari berkaur adat ini, menurut wali nagari, silrahtutrahmi dan ziarah dalam bentuk menyampaikan rasa syukur terhadap hasil panen yang sudah berjalan dari tahun dan memohon kepada Allah SWT hasil panen tahun depan meningkat.


Bakau adat.


Di lokasi berkaul itu nanti seluruh permasalahan yang terjadi akibat segala sesuatu yang ada di nagari, mulai dari pengolahan lahan pertanian, baik itu pakan ternak kemudian karena air, selesai setelah bakau adat ini tidak ada lagi permasalahan tersebut.


Dengan artian masyarakat bisa memulai aktivitas bercocok tanam berikutnya dengan hati yang bersih dan tidak ada permasalahan lagi, katanya.


Berkaul adat ini sudah merupakan tradisi dari zaman dahulu oleh nenek moyang yang mana dilakukan di tempat-tempat makam orang tua-tua terdahulu yang membuat lahan persawahan atau lahan pertanian yang ada di Nagari Kumanis.


Sehingga berkaul adat sudah menjadi agenda turun temurun sampai saat ini dan biasanya agenda ini dilaksanakan pada bulan Muharram apa dasarnya karena disitulah seluruh permasalahan, aturan-aturan tentang pertanian disampaikan oleh niniak mamak kepada masayarakat.


Wakil bupati saat disambut siriah dalam carano.


Seperti biasanya perhelatan ini nagari mengundang pemerintah daerah, Dinas Pertanian untuk menyampaikan barangkali ada informasi terbaru yang berkaitan dengan kegiatan pertanian dalam acara berkaul adat ini.


Wakil Bupati Sijunjung, Iraddatillah, S.Pt menyambut baik acara bakua adat yang dilaksanakan di nagari tersebut. "Ini sangat bagus dipertahankan, sekaligus melestarikan adat istiadat di nagari sekaligus mempererart silaturrahmi antar sesamanya," tambahnya.


Hadir dalam kesempatan tersebut, selain Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah, S.Pt, juga dihadiri Ketua Dekranasda, Ny. Riri Benny Dwifa, Ketua GOW, Ny. Donna, Kepala Dinas Pertanian Ir.Ronaldi, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas tanaman pangan dan perikanan, Kepala Dinas KB, Kepala Dinas Kominfo dan beberapa dinas. Kapolsek Sumpur Kudus, Damramil, Camat Sumpur Kudus dan lainnya.(def/adv)