Suir Syam Berperan Boyong TKM dan Padat Karya ke Padang Panjang -->

Suir Syam Berperan Boyong TKM dan Padat Karya ke Padang Panjang

Selasa, 08 November 2022

 

Ewasoska

Padang Panjang, fajarsumbar.com  -Alokasi anggaran program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan Padat Karya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI yang diperoleh Kota Padang Panjang sejak 2018 hingga 2022 tidak terlepas dari peran Anggota DPR RI Komisi IX, dr. Suir Syam, M.Kes, MMR. 


Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) Ewasoska, S.H, Selasa (8/11) mengatakan, mantan Walikota Padang Panjang dua periode itu tahun berjuang agar alokasi kementerian yang berada dalam koordinasinya di Komisi IX bisa diperoleh Padang Panjang. Salah satunya dari Kemenaker RI.


"Kota Padang Panjang sebagai kota kecil dengan APBD terbatas, selalu berupaya mendapatkan alokasi program dari pemerintah pusat. Salah satunya dari Kemenaker. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari peranan wakil rakyat di DPR RI, Syuir Syam," katanya. 


Sebagai wakil rakyat di Komisi IX DPR RI, Syuir Syam membidangi urusan ketenagakerjaan, transmigrasi, kesehatan dan kependudukan. Adapun beberapa program dan kegiatan Kemenaker RI yang didapat Padang Panjang selama Suir Syam duduk di Komisi IX yaitu, program Padat Karya 2018, sebanyak empat paket. Pada 2019, program Padat Karya sebanyak satu paket dan program TKM sebanyak delapan paket. Ini tersebar pada enam kelurahan di Padang Panjang. 


Di tahun 2020, program TKM tiga paket, tersebar pada tiga kelurahan. Kemudian 2022, program Padat Karya sebanyak satu paket dan program TKM untuk 23 kelompok usaha yang tersebar pada beberapa kelurahan.


Kegiatan Padat Karya dilaksanakan dalam bentuk kegiatan fisik. Pengerjaannya dilaksanakan warga yang menganggur, berada di sekitar lokasi proyek. Selama program tersebut dilaksanakan, berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 460 orang yang tersebar di beberapa kelurahan. 


Sedangkan, kegiatan TKM merupakan kegiatan memberdayakan pencari kerja di kelurahan yang mempunyai kelompok usaha ekonomi bersama. Mereka diberikan pelatihan, bantuan peralatan untuk menunjang usaha kelompoknya, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.


"Kegiatan TKM semenjak 2019 sampai saat ini telah berhasil memberdayakan 34 kelompok usaha baru ekonomi produktif dengan tenaga kerja yang berhasil diserap sebanyak 450 orang," jelasnya.


Ke depan, sebut Ewasoska, kedua program tersebut diharapkan dapat dilaksanakan lebih optimal lagi melalui pembinaan lanjutan. Sehingga, masyarakat yang sudah dilatih dapat mengembangkan usahanya dan menjadi wirausaha baru.


Melihat besarnya peranan program TKM dan Padat Karya mengurangi pengangguran di Padang Panjang, Ewasoska berharap kerja sama yang terjalin selama ini antara Komisi IX DPR RI terus berlanjut di masa yang akan datang. Tidak hanya pada ketenagakerjaan saja, tetapi di sektor lainnya. (syam)