Nagari Kawasan Saribu Rumah Gadang Baralek Gadang -->

Nagari Kawasan Saribu Rumah Gadang Baralek Gadang

Minggu, 11 Desember 2022

Pembukaan festival semarak perempuan dikawasan seribu rumah gadang ditandaai dengan pemukulan gong oleh Balai Kebudayaan Sumbar disaksikan Bupati, Wakil Bupati Solok Selatan


Solsel, fajarsumbar.com - Anak Nagari Kawasan Seribu Rumah Gadang Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) baralek gadang. 


Alek Gadang yang disponsori Dinas Pariwisata kerja sama dengan ISI Padamg Panjang berlangsung di kawasan Seribu Rumah Gadang belakang menara Songket, Sabtu malam (10/12/2022).


Turut dihadiri oleh Wakil Dirjen Kementerian Kebudayaan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Bupati, Wakil Bupati, Ketua TP PKK, GOW, Dekranasna, Forkompimda Kabupaten Solok Selatan. 


Kegiatan itu bertajuk "Pertunjukkan dan  Karya Kreatif, Inovatif Sumarak Perempuan" di Kawasan Saribu Rumah Gadang. 


Ketua pelaksana Kepala Dinas, Pariwisata Solok Selatan Hj. Mardiana dalam laporanya mengatakan, Kawasan Seribu Rumah Hadang merupakan salah satu ikon Kabupaten Solok Selatan, tahun ini akan digelar kegiatan Mural atau melukis disekitar Sungai Batang Bangko. 


Selain itu malam ini juga Bupati Solok Selatan akan membuka secara resmi pertunjukan Festival Pertunjukukan Karya Kreatif Inovatit Sumarak Peremuan, sebuah budaya orang Minang Kabau sejak ratusan tahun yang lalu,. perlu. dilestarikan. 


Bupati Solok Selatan Khairunas dalam sambutanya malam itu mengatakan, apresiasi yang setinggi-tinggi nya kepada seluruh panitia dan segenap pihak yang telah memberikan sumbangsih fikiran, tenaga dan sumber daya nya sehingga kegiatan pada hari ini dapat terlaksana dengan sukses dan lancar.


Secara "warih bajawek, pusako batarimo" alur kekerabatan menurut garis ibu atau mandeh, adalah sesuatu yang sangat spesifik. Karena mayoritas suku bangsa di Indonesia menganut sistem kekerabatan menurut garis keturunan ayah. Akan tetapi kita di Minangkabau terkenal dengan kekerabatan yang matrilineal atau matriakat.


Karena itu, ketika pada kita ditanya "apa suku Kita", yang terbayang adalah mandeh. Karena suku kita adalah suku ibu. Sedangkan terhadap suku bapak adalah "induak bako" kita.


Tatanan serupa itu menghasilkan kekerabatan di Minangkabau melebar. Semua suku yang ada di nagari, pasti ada rantai ikatan dengan kita. Jika bukan induak bako, mungkin kita "anak pisang", bisa pula "badunsanak antan" atau "badunsanak niniek". Itulah beda paling mendasar dari matrilineal, dengan patrilineal yang kekerabatannya menyempit.


Dan malam ini kita merayakan matrilineal itu dalam bentuk kesenian. Dalam bentuk pagelaran. Tentu ini adalah perayaan kebudayaan kita semua. Selain menjadi acuan dan pembelajaran sembari kembali memetik substansi kekerabatan menurut garis mandeh atau perempuan. Dan di ujung pagelaran ini semestinya muncul pertanyaan; apakah kita masih mempraktikkan matrilineal itu sebagaimana seharusnya Ataukah budaya matrilineal itu mulai memudar kita terapkan. 


Pada kegiatan ini saya berharap, disamping sebagai hiburan kebudayaan yang mengingatkan kita bahwa begitu kongkritnya hubungan antara perempuan dengan rumah gadang, tentu makna-makna tersebutlah yang seharusnya kita fahami, serta kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat.


Dalam kaitan pelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau, khususnya di Kabupaten Solok Selatan, kami pun sebagai Pemerintah Daerah sudah memasukkannya dalam salah satu misi daerah, sebagaimana tercantum dalam RPJMD Solok Selatan. Harapannya adalah, bagaimana nilai-nilai budaya luhur Minangkabau tersebut tetap lestari. "Idak lakang dek paneh, idak lapuak dek ujan".


Pada kesempatan ini kami informasikan juga, rencana pemerintah daerah untuk pengembangan kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) ini, pada tahun 2023 pemerintah daerah telah menganggarkan lampu di jembatan koto baru dan jembatan merah, sehingga menambah keindahan dan daya tarik para wisatawan dan budayawan untuk datang ke Solok Selatan terutama Kawasan Saribu Rumah Gadang ini. 


Dan kami sampaikan juga besok, kita bersama-sama akan membuka secara resmi lomba Mural yang akan dilaksanakan di tepian sungai batang bangko dan dilanjutkan dengan pelepasan ikan larangan secara bersama-sama.


Untuk itu, bersama ini saya himbau kepada seluruh masyarakat kabupaten solok selatan, mari kita jaga dan kita rawat objek budaya dan wisata kita ini. Karena ini adalah milik kita semua, tentu secara bersama-sama menjaganya. karena pembangunan secara umum, dan pembangunan kebudayaan khususnya, tidak akan berhasil bilamana kita tidak berkolaborasi dalam super tim untuk maju bersama sejahtera untuk semua.(Abg)