Pelayanan Publik, Program Prioritas Kepala Lapas Kelas IIB Payakumbuh -->

Pelayanan Publik, Program Prioritas Kepala Lapas Kelas IIB Payakumbuh

Kamis, 08 Desember 2022
Muhammad Kameily


Payakumbuh, fajarsumbar.com - Sejak diamanahi 2 tahun lalu sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Payakumbuh, Muhammad Kameily dalam memimpin jajarannya memprioritaskan pelayanan prima terhadap masyarakat melalui penciptaan soliditas team work (tim kerja) yang dirinya koordinir.


Memasuki usia 3 tahun bertugas sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Payakumbuh, berbagai prestasi dan kesuksesan telah diraihnya bersama jajaran. Peningkatan standar pelayanan publik juga tampak terlihat dengan ketersediaan sarana prasarana pendukung penciptaan pelayanan prima. Sejumlah piagam penghargaan tampak terpajang di dinding ruangan. Pengharagaan dari pusat, provinsi dan daerah.


"Alhamdulillah, ini berkat dukungan, binaan, arahan dari Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Provinsi Sumatera Barat, ini berkat dukungan rekan sejawat dan keluarga besar Lapas Kelas IIB Payakumbuh. Sehingga semua tupoksi sukses terlaksana berkat soliditas dan pendampingan secara emosional. Selain itu, hubungan baik, kerjasama, koordinasi dan komunikasi intens dengan pemerintah daerah dan OPD terkait. Tugas berat kita di Lapas sebagai jajaran dari Kemenkum dan HAM, adalah bagaimana kita memberikan pembinaan keterampilan kemandirian kepada warga binaan pemasyarakatan (wbp), memanusiakan manusia dengan haknya. Dengan harapan, jika wbp kembali ke masyarakat nanti, mereka bisa mandiri dan diterima secara baik oleh lingkungan masyarakat, dimana mereka tinggal,"terang Muhammad Kameily, Kamis(07/12/2022) pagi di ruang kerjanya.


Tahun anggaran 2022 hampir berakhir, ulas Muhammad Kameily. "Alhamdulillah realisasi anggaran kita hampir 100 persen, namun ada sejumlah dana anggaran yang kita kembalikan ke negara. Yakni belanja bahan makan bagi wbp. Dalam Dipa dianggarkan belanja bahan makan wbp sebanyak 300 orang, namun realita di Lapas, hingga Desember 2022, jumlah wbp kita kisaran angka 270 orang. Kondisi ini dipengaruhi program asimilasi rumah, mutasi keluar, dan bebas. Terkait belanja barang, belanja pegawai, terealisasi 100 persen. Namun belanja jasa, kita mengalami kekurangan,"ungkapnya.


Adapun standarisasi pelayanan publik, Muhammad Kameily menjadikan program prioritas utama di Lapas. Bagaimana wbp tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga inti, dengan optimal. Baik secara tatap muka terbatas maupun secara online melalui videocall di fasilitas labor komputer yang tersedia di Lapas. Wartel berbayar khusus panggilan keluar juga ada di Lapas. Untuk makanan yang diantar oleh keluarga, diperiksa ketat petugas pengamanan secara manual, kemudian diperiksa ketat melalui X-Ray, bantuan dari Kemenkum dan HAM tahun 2022.


Aplikasi terintegrasi dengan Kemenkum dan HAM pusat (Lakumba) terkait informasi sisa masa tahanan juga tersedia di Lapas. Sampai saat ini, Pelayanan sidang online masih diterapkan, kecuali bagi wbp yang mengalami gangguan pendengaran. Pojok baca humas juga tersedia di halaman lapas yang terletak di pusat Kota Payakumbuh ini.


Saat disinggung pelayanan dasar bagi wbp,Muhammad Kameily menjelaskan, bahwa pemenuhan hak dasar wbp adalah sangat prioritas.


"Disamping pemenuhan kebutuhan makan wbp, pemenuhan hak pendidikan kita merangkul Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Pemenuhan keterampilan kemandirian, kita rangkul BLK. Pemenuhan hak kesehatan, kita sudah memiliki 1 dokter dan 1 perawat, Puskesmas dan RS. Pembinaan disiplin, kita libatkan Polres Payakumbuh, serta merangkul Kwarcab 0314/Payakumbuh. Lapas Payakumbuh saat ini sudah ditetapkan sebagai Gudep oleh Ketua Kwarcab. Gudep 02-47 Pangkalan Lapas Payakumbuh,"sebut Kameily.


"Alhamdulillah, Lapas Payakumbuh juga sudah punya Ambulance Lapas bantuan dari Dirjen Pas Kemenkum dan HAM tahun 2022. Kita juga sediakan kursi roda untuk wbp yang diamputasi karena mengidap diabetes. Keluarga wbp pun kita fasilitasi khusus untuk wbp ini,"imbuhnya.


Adalah JM(65tahun) salah seorang wbp kasus judi mengakui bahwa pelayanan publik di Lapas Payakumbuh sangat baik.


"Layanan baik, petugas juga santun. Tidak saya jumpai ada yang layanan yang mengecewakan. Insyaallah, pembinaan bagus. Kalapas sangat dekat dengan warga binaan,"ungkap JM yang menanti waktu asimilasi rumah.


Diakui Muhammad Kameily, Lapas kelas IIB yang over capacity. Walau demikian, lapas Payakumbuh bebas HP. Razia rutin selalu digelar, termasuk razia dadakan. Razia narkotika, lapas selalu melibatkan BNNK dan Polres Payakumbuh. Semua sudut lapas juga dipasangi kamera.


"Pemenuhan tenaga dan pegawai lapas, alhamdulillah jumlah personil kita saat ini sudah 61 pegawai. Setelah ada penambahan CPNS tahun 2019 dan 2022. Jumlah wbp saat ini 270 orang, beragama islam dan 95 persen warga Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Untuk mewujudkan Lapas Payakumbuh bebas narkoba, Saya komit, semua pegawai lapas diperiksa urine oleh BNNK dan Polres Payakumbuh. Alhamdulillah, semua negatif narkoba. Dirjen Pas Kenkum dan HAM, Reynhard Saut Poltak Silitonga tegaskan, jika ada ASN terlibat narkoba, segera kirim ke Lapas Nusakambangan"beber Muhammad Kameily, lagi.


Diceritakan Kameily, dirinya selalu berupaya bagaimana bisa tampil menjadi contoh bagi jajarannya. Muhammad Kameily terhitung mulai tanggal 1 Juni 2022, juga diamanahi Plt. Karutan Kelas IIB Batusangkar, tentu kondisi ini membuat Kameily semakin sibuk. Namun, Dirinya berupaya menanamkan nilai tanggungjawab kepada jajaran.


"Kita mengajak jajaran agar disiplin, mematuhi aturan kepegawaian, ikhlas, saling mengingatkan, koordinasi, kumunikasi dan menanamkan jiwa kebersamaan dalam rangka sukses pelaksanaan visi misi lembaga. Ada juga oknum yang melanggar disiplin. Kita tegas berikan teguran lisan dan tulisan, sanksi disiplin tingkat rendah kita berikan. Sebaliknya, kita juga terapkan reward bagi pegawai disiplin. Kalau bagi wbp dinamakan remisi,"sebut Kameily.


Ajak mantan napi hijrah

Disamping pembinaan wbp di dalam Lapas, Muhammad Kameily juga menerapkan pembinaan pasca wbp. "Ada sejumlah mantan napi eks narkoba yang selalu kita pantau. Kita ajak berhijrah. Kita sudah upayakan narapidana bebas narkoba dengan pembinaan di lapas. Maka, hijrahlah. Hijrah nafsu dunia, yang merugikan kita dan orang lain. Kapan perlu hijrah dari lingkungan itu. Mereka sudah kita bekali ilmu keimanan dan ilmu umum dan kemandirian. Ada yang sudah ahli buat bemper mobil, buat rak, teralis dan keahlian lain. Namun, masih ada yang kembali terlilit narkoba, dan versua lagi dengan kami di lapas. Apakah pembinaan kami gagal ?, atau mereka yang tidak mau hijrah ?,"ungkapnya.


"Pendekatan emosional untuk warga binaan sudah kita berikan, sebagai hak dasar mereka. Perlakuan baik, tidak ada diskriminasi, dan tidak ada pungli, alias gratis, sudah kita terapkan. Walau demikian, kami juga manusia, kita ada keterbatasan, kekurangan, namun kita berupaya maksimalkan pelayanan. Ini adalah bahan bagi kami untuk menginstrospeksi diri dan lembaga. Perlu kita pahami, bahwa pembinaan yang paling baik dan efektif disampaikan keluarga, pedidikan keluarga. Itu sebabnya, kita upayakan wbp jalani tahanan dekat dengan keluarganya. Jika dimutasi luar Payakumbuh pasti berdampak adanya kos tambahan bagi keluarga untuk silaturahmi dengan wbp. Namun, sebagian wbp harus kita mutasikan karena terindikasi bisa membawa perilaku negatif. Kita mutasikan ke LPK Narkoba Sawahlunto, rutan Sawahlunto, Lapas Padang, Lapas Sijunjung, dan Lapas Biaro, sesuai rekomendasi pimpinan.


Lapas Payakumbuh, pindah ?
Harapan besar kedepannya, sebut Kameily. "Lapas kita sudah cukup bagus. Pagar depan dan taman sudah sangat indah.Insyaallah tahun depan 2023, Pemko Payakumbuh akan sediakan mobil dinas. Ini adalah buah koordinasi yang baik selama ini. Pemko Payakumbuh juga sediakan satu stand untuk Lapas di parayaan HUT Kota Payakumbuh, tahun ini.


"Selanjutnya, yang kita tunggu adalah, pengalihan Lapas Kelas IIB Payakumbuh ke LPKA Tanjungpati. Hasil kajian telaah kedua Kalapas, sudah disetujui Sekjen Kemenkum dan HAM di Jakarta. Kita menunggu persetujuan Kemenpan dan RB terkait nomenklaturnya. Mohon doa, semoga terwujud,"pungkasnya.(ul)