Wisatawan di Sleman Diminta Waspadai Merapi -->

Wisatawan di Sleman Diminta Waspadai Merapi

Selasa, 20 Desember 2022

 

Wisatawan saat mencoba Jip Lereng Merapi saat berkunjung ke Sleman, Minggu (8/5/2022). BPBD Sleman mengimbau wisatawan meningkatkan kewaspadaanya.


SLEMAN - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 sebentar lagi tiba. Pemerintah Kabupaten Sleman memperkirakan, akan ada sekitar 250.000 hingga 325.000 orang wisatawan akan berlibur ke libur Nataru. 


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan mengimbau kepada wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaannya. Selain karena masih musim penghujan, wisatawan juga harus mewaspadai kondisi Merapi. "Saat ini status Merapi juga masih siaga,"ujar dia, Senin (19/12/2022).


Status Gunung Merapi masih siaga, di mana sejumlah gempa vulkanik dangkal dan dalam masih sering terjadi. Dan dalam sehari, jumlah gempa vulkanik masih fluktuatif dan memiliki kekuatan bervariasi. Di samping itu, gempa vulkanik dangkal diketahui mulai ada peningkatan,sebagaimana dikutip iNews.id


Guguran Lava pijar masih berlangsung, minggu ini masih cukup banyak arah barat daya. Dua hazard (bahaya) ini bisa bersamaan. Ada guguran lava pijar, berpotensi memunculkan awan panas dan hujan deras, berpotensi banjir lahar.


"BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) juga masih adanya potensi hujan,"kata dia. BMKG mengingatkan jika musim hujan di DIY masih akan berlangsung pada akhir Desember 2022 hingga awal Februari 2023. Kondisi cuaca masih berpotensi menimbulkan bencana. Maka saat Nataru, dia mengimbau seluruh pihak yang ada di Kabupaten Sleman, untuk terus meningkatkan kewaspadaan.


Ia menjelaskan, hujan ekstrem yang turun di kawasan Merapi bisa menimbulkan longsor. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, hujan lahar menyebabkan tebing Sungai Boyong longsor dan menimpa jaringan irigasi dan air minum dan berdampak pada masa tanam. "BPBD Sleman, pada masa libur Nataru tetap akan mendampingi masyarakat wisata di kawasan Merapi dan destinasi wisata non Merapi," kata dia.


BPBD juga akan mendampingi wisatawan, pengelola wisata, dan masyarakat setempat. Mereka juga akan patroli setiap hari. Pagi, siang, malam untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat. Terutama bagi yang aktivitas di destinasi wisata.  


Sementara itu untuk destinasi wisata unggulan lainnya, yaitu Tebing Breksi, BPBD meminta kewaspadaan atas potensi bencana petir. Mengingat objek wisata tersebut bentuknya terbuka.  


Untuk diketahui, akun resmi media sosial Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, baru saja mencuit mengenai kondisi aktivitas Gunung Merapi pada lima jam lalu.  


Lewat unggahan akun itu terungkap, bahwa dari pos Babadan sempat terdengar satu kali suara guguran, dan ada deformasi EDM Babadan dengan laku 1,2 cm/hari terhitung tiga hari terakhir.  


Sementara itu, teramati pula ada 51 guguran, 11 gempa vulkanik dangkal, dan 66 gempa vulkanik dalam dengan 42 fase hybrid. (*)