Pimpinan VII BPK RI Hendra Susanto, Berikan Kuliah Umum di Unand -->

Atas

Pimpinan VII BPK RI Hendra Susanto, Berikan Kuliah Umum di Unand

Selasa, 21 Maret 2023


.

Padang, FajarSumbar.com -Universitas Andalas (Unand) Padang menggelar kuliah umum, bersama Pimpinan VII Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia Hendra Susanto.


Pimpinan VII BPK RI Hendra Susanto menyampaikan kuliah umum, bertajuk, "Tacit Knowledge: Developing Leadership and Audit Capabilities to Achieve Your Ultimate Goals".

Sebagai moderator mendapat kepercayakan Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unand Dr Annisa Rahman SE MSi Ak CA.

Kuliah umum mahasiswa Unand yang dihadiri dosen pimpinan Fakultas dan Wakil Rektor I Unand Prof Dr Mansyurdin MS ini,  berlangsung di Comventation Hall Unand Limau Manis Padang, Selasa (21/03/2023).

Pada kesempatan tersebut Wakil Rektor I Unand Prof Dr Mansyurdin MS mengatakan, dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa mampu memperoleh ilmu pe getahuan, bagaimana mengetahui cara membangun leadership, kredibilitas dan trust.

Berbagai materi yang disampaikan Pimpinan VII BPK RI itu, tentu tidak diajarkan melalui perkuliahan.

"Kesempatan melalui kuliah umum ini mahasiswa bisa mengembangkan diri sehingga siap untuk menghadapi tantangan ke depan," ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan VII BPK RI Hendra Susanto mengajak mahasiswa, agar bisa belajar dari pengalaman perjuangan sosok Buya Hamka dan Bung Hatta dalam menggapai mimpinya.

Hendra melihat, bahwa Buya Hamka dan Bung Hatta ini bisa menjadi tokoh yang berpengaruh, terkait dengan perjuangan mereka di tengah keterbatasan banga masa lalu.

Pada masa lalu, belum ada teknologi internet, transportasi yang memadai, namun mereka sukses dalam mewujudkan mimpi- mimpi untuk membangun bangsa.

"Dalam perjalanan bangsa kedepan, tidak terlepas dari perjuangan dari  kedua orang bapak banga ini, namun juga bapak Sutan Sjarir asal Sumatera Barat," katanya.

Menurut Hendra mahasiswa saat ini bisa belajar dari mana saja dan tidak terpaku kepada satu cabang keilmuan semata.

Pengalaman yang diraih menurut Hendra merupakan suatu pengetahuan dari setiap orang yang dikumpulkan dari pengalaman serta pemahaman dalam konteks pribadi yang terinternalisasi dalam setiap individu.

“Dengan demikian mahasiswa harus siap dengan apa yang hendak dituju dan dilakukan. Jika telah siap, maka tidak ada alasan untuk tidak mampu bersaing,” harap alumni Fakultas Teknik Sipil Unsri Palembang itu.

Seiring dengan kuliah umum itu, Ia juga memberikan tips kepada mahasiswa terkait berusaha dan meraih mimpi menuju sukses.

Untuk menuju sukses itu diantaranya bisa dengan cara melatih diri sejak dini dan memiliki mimpi sejak kuliah dan selalu belajar dari siapapun.

Kemudian, memiliki aktivitas yang bermanfaat dan memiliki nilai kontribusi kepada keluarga, masyarakat dan bangsa ini.

“Saya sejak dini membangun kemampuan, kapasitas, jaringan dan keinginan selalu belajar dari senior ataupun atasan,” tutur pria kelahiran Lahat Sumsel ini.

Sehingga saya bisa menjadi seorang pimpinan di BPK RI, karena kemauan dan keberanian memulai sesuatu dari hal yang baru, mengingat dirinya yang berlatar belakang seorang Sarjana Teknik Sipil.

“Siapa yang menyangka saya yang berlatar belakang Teknik Sipil ini bisa menjadi seorang pemeriksa di BPK RI," ujarnya.

Dijelaskan, pemahaman penguasaan subject matter, menjadi kunci utama dalam menuju keberhasilan pemeriksaan.

Imu yang tertinggi dalam melakukan pemeriksaan itu adalah saat melakukan investigasi, perhitungan kerugian negara dan menjadi ahli di pengadilan.

"Tak hanya itu, namun juga berbagi pengalaman perjalanan ketika mengembangkan tacit knowledge. Mulai sejak saya menjadi seorang pegawai baru di BPK sampai menempati posisi sebagai salah satu Pimpinan BPK saat ini," ujarnya.

Terkait dengan Tacit knowledge kata Hendra adalah pengetahuan yang dikumpulkan dan dimiliki dari pengalaman serta pemahaman dalam konteks pribadi yang terinternalisasi dalam setiap individu.

Namun hal berbeda dengan explicit knowledge atau pengetahuan yang diperoleh di sekolah, bangku kuliah, kursus dan pelatihan.

Sementara tacit knowledge diperoleh melalui pengalaman dan pemahaman pribadi atau dengan tacit knowledge, adalah ilmu yang tidak diajarkan di bangku sekolah," sembari mengakhiri paparanya.(*).