Rusa Liar Masuk ke Permukiman Tanda Gunung Merapi Akan Erupsi? Begini Penjelasan TNGM -->

Rusa Liar Masuk ke Permukiman Tanda Gunung Merapi Akan Erupsi? Begini Penjelasan TNGM

Senin, 13 Maret 2023

 

Kondisi rusa yang dikabarkan tertabrak pengendara motor di jalanan kampung di Sleman. Kejadian ini oleh warga dikaitkan dengan peristiwa erupsi Merapi.



Yogyakarta- Tiga hari sebelum erupsi Gunung Merapi, seekor rusa liar diberitakan masuk ke permukiman warga di Sleman. Namun rusa tersebut mati tertabrak pengendara motor yang melintas. 


Peristiwa masuknya rusa liar ke permukiman itu terjadi pada Rabu (8/3/2023) malam di kawasan Kapanewon Ngaglik Kabupaten Sleman. Rusa atau yang biasa disebut Kijang yang mati tertabrak motor ini sempat viral di media sosial.


Masyarakat kemudian mengaitkannya dengan erupsi Gunung Merapi. Mereka menganggap hewan-hewan liar biasanya turun gunung sebelum Gunung Merapi erupsi. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Usaha Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Yogyakarta, Ahmadi mengakui biasanya memang satwa liar merespon kejadian alam. Secara pengalaman bisa jadi ada kaitannya namun menurutnya secara ilmiah belum bisa dijelaskan detail,sebagaimana dikutip iNews.id.


Namun terkait berita Kijang tertabrak motor pihaknya tidak mendapat laporan tersebut. Setelah melihat isi yang diberitakan sebelumnya, Ahmadi menilai ada informasi tidak konsisten soal lokasi. "Tetapi jika itu di Kapanewon Ngaglik maka diragukan kijang tersebut dari kawasan Merapi,"ujar dia. Sebab lokasi Kapanewon Ngaglik melewati Kapanewon Pakem dan jaraknya sangat jauh dari 10 kilometer. Selain itu daerah Ngaglik memang sudah berada  di luar pemantauan BTNGM.


Dia menambahkan, jika yang dimaksud peristiwa itu terjadi di kawasan wisata Kaliurang dekat dengan kantor TNGM, Ahmadi menyatakan pihaknya telah melakukan cross check ke lapangan. "Tidak ada kejadian tersebut. Kesimpulan kami, berita tersebut tidak bisa diyakini," ujarnya. 


Dia menandaskan jika kejadian di Ngaglik, bukan kewenangan TNGM. Karena dapat dipastikan bukan satwa kijang dari kawasan TNGM. Kalau di luar kawasan pengawasan TNGM bisa dikonfirmasi ke BKSDA DIY. Terpisah, Bupati Sleman Kustini meminta masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada. Pemkab Sleman terus komunikasi intens dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).


"Jangan panik dan tidak mudah terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Merapi. Tetap ikuti informasi dan arahan dari Pemerintah Kabupaten Sleman," kata dia.(*)