![]() |
| ilustrasi |
Tua Pejat - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tengah berupaya untuk memastikan rute penerbangan antara Padang dan Kepulauan Mentawai dapat dilayani oleh maskapai penerbangan yang memiliki armada pesawat ATR 72-600 berkapasitas hingga 78 penumpang.
Dalam pernyataan pada Rabu (18/10/2023), Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menjajaki kerjasama dengan maskapai penerbangan guna melayani rute ini sebelum Bandara Rokot Mentawai diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.
Dedy menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama pembangunan Bandara Rokot Mentawai adalah agar bandara tersebut mampu menangani pesawat dengan kapasitas penumpang yang lebih besar, sehingga mempermudah akses dari Padang ke Kepulauan Mentawai. Hingga saat ini, rute ini hanya dilayani oleh pesawat Cessna Grand Caravan dengan kapasitas 12 penumpang, hal ini disebabkan oleh kondisi bandara lama yang memiliki landasan pacu berukuran 850x23 meter.
"Bandara baru ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.500x30 meter, memungkinkan pesawat dengan kapasitas hingga 78 penumpang seperti ATR 72-600 untuk mendarat," tambahnya.
Meskipun belum ada maskapai yang memberikan kepastian dalam melayani rute ini, Gubernur Mahyeldi telah sebelumnya menjajaki kemungkinan kerjasama dengan General Manager Garuda Indonesia Padang, Raditya.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda, menekankan bahwa Bandara Rokot Mentawai yang telah selesai dibangun akan menjadi faktor pendukung penting dalam pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut. Kemudahan akses transportasi adalah faktor kunci yang dapat mempercepat perkembangan pariwisata di Kepulauan Mentawai.
"Kami sangat berharap bahwa sektor pariwisata di Mentawai bisa berkembang lebih cepat dengan adanya bandara ini," ujarnya.
Luhur juga berharap agar maskapai penerbangan yang memiliki pesawat jenis ATR 72-600 akan melihat potensi besar dalam rute ini dan bersedia untuk melayaninya, sehingga dapat membantu mengakselerasi pertumbuhan pariwisata di wilayah tersebut.(des)
Komentar