Jelang Ramadhan, Dinas Perikanan dan Pangan Pasaman Pantau Pantau Ketersediaan Bahan Pokok -->

Iklan Atas

Jelang Ramadhan, Dinas Perikanan dan Pangan Pasaman Pantau Pantau Ketersediaan Bahan Pokok

Kamis, 07 Maret 2024


Pasaman, fajarsumbar.com - Dinas Perikanan dan Pangan  Kabupaten Pasaman lakukan pemantauan dan pendataan ketersediaan stok dan perkembangan harga pangan di wilayah Kabupaten Pasaman.


Kali ini, Dinas Perikanan dan Pangan  Kabupaten Pasaman pemantauan dan pendataan ketersediaan stok dan perkembangan harga pangan dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan 1445H / 2024 M di pasar lama Lubuksikaping, Kamis (7/3/2024).


Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman melalui Kasi Akses Pangan, Fitria menyampaikan mendekati puasa ini kita terus melakukan pemantauan dan pendataan secara berkala terkait ketersediaan stok dan perkembangan harga pangan di seluruh Kabupaten Pasaman untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan.


Fitria menyebutkan terkait hasil pemantauan dan pendataan bahwa ketersediaan stok pangan masih mencukupi dan tidak ada ditemukan kelangkaan, sedangkan perkembangan harga ada penurunan di tingkat konsumen di Pasar Lama Lubuk Sikaping.


Harga beras premium Rp.16 ribu/kg, beras medium Rp.14 ribu/kg, cabe merah Rp.65 ribu/kg, bawang merah Rp.28 ribu/kg, ayam potong Rp.30 ribu/kg, telur Rp.26 ribu/kg, minyak goreng Rp.17 ribu/kg dan gula pasir Rp.18 ribu/kg," ujarnya


Kemudian Fitria menjelaskan pada umumnya harga sama dengan minggu kemaren masih stabil dan khusus cabe merah terjadi  penurunan harga. 


Sementara itu Indra pedagang sembako mengatakan, harga beras mulai mengalami penurunan dari minggu kemarin, sedangkan harga cabai merah di perkirakan akan normal hingga ramadhan nanti, karena biasanya di bulan ramadhan konsumsi cabai merah di masyarakat menurun.


"Kenaikan harga sembako ini sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun jelang Ramadhan. Saya berharap pemerintah bisa memberikan solusi atas kenaikan harga ini, karena harus diakui kenaikan harga beras cukup memberatkan baik dari sisi pedagang maupun konsumen." tutupnya.

(Naldi)