Tolak PJ Walikota Pariaman, Puluhan Kepala OPD Datangi Gedung DPRD -->

Atas

Tolak PJ Walikota Pariaman, Puluhan Kepala OPD Datangi Gedung DPRD

Jumat, 19 April 2024

Terlihat beberapa kepala OPD hadir dalam agenda dengar pendapat di DPRD Kota Pariaman. Jum'at, 19/04/2024. Foto Heri 




Kota Pariaman-
Puluhan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendatangi gedung DPRD Kota Pariaman untuk Hearing (rapat dengar pendapat) di ruangan DPRD yang terletak di Desa Manggung, Pariaman Utara. Jum'at, 19/04/2024. 



Informasi yang dihimpun dilapangan, ternyata ada beberapa kepala OPD yang menolak kebijakan Pj Walikota Pariaman dan merasa dirinya tidak nyaman bekerja selama kepemimpinan PJ Walikota Pariaman, Roberia. 



"Saya bekerja dengan tekanan selama ini sudah biasa dilakukan dalam Pemerintahan. Namun, rasa ketidak nyamanan sangat penting dalam melakukan sebuah pekerjaan," kata seorang kepala OPD yang tidak ingin namanya disebutkan saat berbincang-bincang kecil usai istirahat rapat.



Sementara itu, wakil ketua DPRD Kota Pariaman Efrizal saat diwawancarai usai rehat dalam rapat kepada fajarsumbar membenarkan ada beberapa kepala OPD merasa tidak nyaman dengan kebijakan oleh PJ Walikota Pariaman. 



Adapun beberapa contoh kebijakan dari PJ Walikota Pariaman yang dirasa agak aneh dari kepala OPD yakni sekarang begitu, besoknya lain pula. Sehingga dengan aturan seperti ini, membuat OPD bingung dan terkesan tidak nyaman lagi dalam bekerja sebagai ASN. 




Selaku DPRD kami sangat menyangkan hal ini terjadi di kota Pariaman, mestinya persoalan dalam bentuk ini tidak harus terjadi apalagi mencuat kepermukaan hingga masuk dalam meja DPRD Kota Pariaman sebagai agenda dalam dengar pendapat.




Efrizal juga merasa heran dalam surat penolakan PJ Walikota Pariaman yang ditujukan kepada Mendagri oleh beberapa kepala OPD tertera tanggal 29 Februari 2024. Kok hari ini, baru dimunculkan dipermukaan sehingga menjadi riak ditengah-tengah masyarakat kususnya Pariaman. Kata Efrizal, dari fraksi partai Golkar ini. 



"Persoalan penolakan PJ Walikota Pariaman yang ditujukan kepada Mendagri yang dilakukan oleh OPD adalah sejarah terburuk yang pernah ada di Pariaman selama ini" Sebut, Efrizal. 



Hingga berita ini dinaikan, rapat dengar pendapat di DPRD Kota Pariaman masih berlangsung hangat dan menegangkan. Sehingga, sampai pukul 20.00 wib rapat masih berlangsung secara tertutup. 




Sementara itu, PJ Walikota Pariaman, Roberia yang dihubungi melalui WhatsApp menolak menanggapi terkait hak yang terjadi saat ini. Dirinya, menyebut tidak akan mengomentari perihal yang telah terjadi. 


"Biarkan saja Allah SWT yang menilai terhadap apa yang saya kerjakan selama di Pariaman, soal baik buruk itu sudah lumrah sebagai manusia biasa" sahut Roberia mengakhiri. (Heri