Masyarakat Nagari Koto Rawang Kecamatan IV Jurai Melakukan Aksi Demo Terkait Galian C -->

AdSense New

Masyarakat Nagari Koto Rawang Kecamatan IV Jurai Melakukan Aksi Demo Terkait Galian C

Wandi
Jumat, 31 Mei 2024


Dokumentasi 

Painan, fajarsumbar.com-Ratusan warga Nagari Koto Rawang Kec IV Juarai Kabupaten Pesisir Selatan melakukan aksi Demo Jumat (31/5/2024) terkait kegiatan penambangan batu pasir atau galian C yang terjadi di daerah tersebut.


Pengelola galian C tersebut Abdul Kadir mengatakan bahwa sangat terkejut dengan adanya aksi Demo yang dilakukan oleh masyarakat karena selama ini kegiatan tersebut berlangsung aman dan tidak ada komplik,baik dengan masyarakat maupun dengan pemerintahan Nagari Koto Rawang.


"Saya sangat kaget melihat masyarakat melakukan Demo padahal kami sebagai penambang sudah memberikan kompensasi kepada masyarakat,dan kompensasi yang dibayarkan kepada masyarakat sesuai dengan kesepakatan sejumlah unsur di Nagari tersebut , mulai dari pemerintahan Nagari,Niniak Mamak,Bamus,dan Pemuda "ungkapnya.


Lebih lanjut Abdul Kadir mengatakan bahwa "Dari kesepakatan tersebut pihaknya memberikan kompensasi sebesar Rp 20 ribu rupiah /Truk setiap kali beroperasi,sekali kita jalan ada sekitar 2000 sampai 3000 unit mobil , sekarang silahkan dihitung saja berapa uang yang kita keluarkan untuk Nagari,Niniak Mamak, Bamus dan Pemuda .


Ia pun menduga penyebab masyarakat melakukan aksi demo bukan akibat dampak dari galian C tersebut tetapi mungkin ada yang  cemburu lantaran tidak kebagian kompensasi tersebut.


Walinagari Koto Rawang Derijol mengaku memang mendapatkan kompensasi dari penambangan sebesar Rp 20 ribu/Truk , menurutnya hal ini sesuai kesepakatan kesepakatan bersama yang diterima pihaknya sejak tahun 2020 , selain pemerintah Nagari, Niniak Mamak, Bamus dan Pemuda juga mendapatkan kompensasi tersebut.


"Ya, itu berdasarkan hasil musyawarah,ada persentasenya juga,dan uang itu digunakan untuk kepentingan sosial "jelasnya.


Namun demikian berbeda halnya yang disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat Tasril ,Ia mengaku tidak pernah merasakan atau menerima jatah kompensasi tersebut.


" Jatah kompensasi apa? tidak ada itu,kami hanya dapat ruginya saja , padahal daerah ini baru saja ditimpa bencana, mereka tetap saja beroperasi ,jadi melalui aksi demo ini kami menuntut agar kegiatan galian C ini ditutup saja "ujarnya.


Menurutnya pemilik perusahaan di daerah itu hanya melukai hati masyarakat saja, padahal masyarakat baru saja ditimpa bencana , namun galian C tetap saja beroperasi tampa memikirkan dampak lingkungan yang terjadi.(Wandi)