Dihadapan Tim Penilai Kinerja Stunting Sumbar, Wabup Rahmang Ekspos Progres Penanganan Stunting Padang Pariaman -->

AdSense New

Dihadapan Tim Penilai Kinerja Stunting Sumbar, Wabup Rahmang Ekspos Progres Penanganan Stunting Padang Pariaman

Selasa, 04 Juni 2024
Wabup Rahmang ekspos penanganan Stunting Padang Pariaman di hadapan Tim Penilaian Kinerja Stunting Sumbar di Padang, Selasa 4 Juni 2024 (foto.doc.ikp)



Padang Pariaman - Wabup Rahmang memaparkan progres pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Padang Pariaman tahun 2024 dihadapan Tim Penilai Kinerja Stunting Provinsi Sumatera Barat Tahun 2024, bertempat di Aula Bapelitbangda Provinsi Sumatera Barat, Padang, Selasa, (4/6/2024).


Wabup Rahmang mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan Penilaian Kinerja Stunting ini.


"Karena, melalui penilaian ini, nantinya akan ada evaluasi saran, kritikan membangun yang akan ditindak lanjuti Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) nantinya" ujarnya. 


Menurutnya, selama tiga tahun terakhir upaya penangan stunting di Padang Pariaman menjadi prioritas utama. Selain itu, kita berkomitmen kuat dengan berkolaborasi dalam melakukan upaya penurunan stunting, mulai dari tingkat Nagari, Kecamatan hingga tingkat Perangkat Daerah.


Penurunan prevalensi stunting ini, sambung Wabup Rahmang, telah mengalami peningkatan yang sangat tajam di mulai dari angka stunting tahun 2021 dengan hasil survei SSGI diangka 28,3%. Yakni menurun tahun 2022 menjadi 25%.


Rahmang jelaskan, tahun 2023 yang di relis Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menurun tajam tembus diangka 5,6% yakni menjadi 19,4 %,  Tentu, angka ini melebihi angka rata rata Provinsi hanya turun 1, 6% menjadi 23,6%. Bahkan, Nasional hanya turun 0,1% menjadi 21, 5%.


"Alhamdulillah, komitmen tersebut menunjukan hasil yang membanggakan Padang Pariaman. Sehingga sejak tiga tahun berturut turut, angka stunting mengalami penurunan yang sangat tajam" terang Rahmang.


Dia juga memaparkan pelaksanaan aksi konvergensi Stunting, yang sudah dilaksakan, sedang dan akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2024 ini.


"Terutama dari analisis situasi, rencana kegitan, rembuk stunting, pembinaan kader pembangunan manusia, manajemen data stunting dan pengukuran dan publikasi data stunting" ungkap Rahmang.


Ia berharap ada masukan, saran dan arahan dari Tim Penilai, sehingga akan menjadikan bahan bakar bagi kita TPPS untuk meningkatkan kinerja untuk menurunkan angka stunting nantinya.


"Proses penilaian kinerja stunting ini menjadi sangat berati. Sebab, akan ada evaluasi, rekomendasi, kritik dan saran yang akan menjadi catatan yang harus dilakukan TPPS" ungkap Rahmang yang juga Ketua TPPS Padang Pariaman ini. 


Turut mendampingi Rahmang, kepala Perangkat Daerah terkait, Baznas Padang Pariaman, dan Satgas Stunting.


Tim Penilaian Kinerja Stunting Sumbar ini, terdiri dari  organisasi profesi. Seperti Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, Akademisi dari Fakultas kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia, Persatuan Ahli Gizi Indonesia, BKKBN, Satgas Provinsi, dan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar.(saco).