Rusia Siap Revisi Doktrin Nuklir di Tengah Ketegangan dengan Barat -->

Iklan Atas

Rusia Siap Revisi Doktrin Nuklir di Tengah Ketegangan dengan Barat

Selasa, 25 Juni 2024

Rusia mengubah doktrin nuklir di tengah semakin kuatnya tekanan dari negara-negara Barat



Moskow - Rusia mulai memperbarui doktrin nuklirnya di tengah tekanan meningkat dari negara-negara Barat terkait invasi ke Ukraina. Rusia adalah negara dengan jumlah hulu ledak nuklir terbanyak di dunia.


Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Presiden Vladimir Putin sedang dalam proses merevisi doktrin tersebut.


“Presiden Putin menyatakan bahwa upaya sedang dilakukan untuk menyesuaikan doktrin ini dengan kondisi saat ini,” ujar Peskov tanpa memberikan rincian lebih lanjut, dilansir dari Reuters, Senin (24/6/2024).


Seorang legislator senior Rusia pada Minggu kemarin mengatakan bahwa Moskow dapat mempercepat waktu pengambilan keputusan untuk mengubah kebijakan penggunaan senjata nuklir jika ancaman dinilai meningkat.


Bulan lalu, Putin juga menyebut bahwa Rusia mungkin akan mengubah doktrin nuklirnya dengan menetapkan kondisi-kondisi baru di mana senjata tersebut bisa digunakan.


Perang di Ukraina telah memicu konfrontasi terbesar antara Rusia dan negara-negara Barat sejak krisis rudal Kuba pada tahun 1962.


Doktrin nuklir Rusia yang diterapkan pada tahun 2020 mengatur kapan presiden dapat mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir. Secara umum, langkah tersebut bisa diambil sebagai respons terhadap serangan musuh yang menggunakan senjata nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya.


Senjata nuklir Rusia juga bisa diaktifkan ketika musuh menyerang dengan senjata konvensional, dengan syarat eksistensi negara terancam. Namun, para pejabat Rusia, termasuk Putin, beberapa kali menegaskan bahwa perang di Ukraina belum membutuhkan penggunaan senjata nuklir. (des)