![]() |
| Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) yang dinamai "Gedung Megat Sri Rama" Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (foto.saco) |
Bintan - Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) yang berada di daerah Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur.
Gedung LAM Bintan yang juga dikenal dengan nama "Gedung Megat Sri Rama" ini dibangun di kepemimpinan Ansar Ahmad yang kala itu menjabat Bupati Bintan.
Kini, Ansar Ahmad sudah menjadi orang nomor satu sebagai Gubernur di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Kala itu, Ansar bersama sejumlah tokoh masyarakat memiliki keinginan untuk memiliki gedung LAM baru sebagai tempat bernaung.
Setelah banyak pertimbangan, pada tahun 2014 pemerintah daerah bersama DPRD merumuskan Detailed Engineering Design (DED) pembangunan gedung LAM Bintan.
Selang satu tahun kemudian, yakni pada Juni 2015 proses pembangunan gedung LAM Bintan dimulai dan berlangsung selama 6 bulan lamanya.
Adapun alokasi dana untuk pembangunan gedung LAM Bintan saat itu sebesar Rp15 miliar.
Pembangunan gedung LAM dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bintan diatas lahan seluas 400 meter persegi.
"Untuk peletakan batu pertama dilakukan Bupati Bintan, Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Kepri saat itu, Soerya Respationo dan pengurus LAM Bintan," ucap Ketua LAM Bintan, Mussafa Abbas.
Ornamen dan desain dari Gedung Megat Sri Rama sendiri banyak mengadopsi adat istiadat, sejarah, budaya serta mengambil referensi dari bangunan-bangunan lain yang ada di Kepulauan Riau, khususnya bangunan-bangunan yang berciri khas melayu.
Seperti ornamen desain tiang yang didominasi dengan ukiran-ukiran daun sirih. Pada bagian tengah depan bangunan sendiri, terdapat tangga yang mengarah ke pintu masuk Balai Rungsri.
Adapun tangga ini mengadopsi dari bangunan Masjid Raya Sultan Riau yang terletak di Pulau Penyengat.
Sementara di sisi kanan dan kiri bagian depan gedung, terdapat tangga landai yang sengaja dibuat untuk mempermudah orang-orang tua yang berkunjung serta akses keluar masuk barang - Sumber; TribunBatam.id- (saco).
Komentar