4.247 Rumah Belum Teraliri Listrik, Bupati Solok ‘Gunjah’ Kementerian ESDM -->

AdSense New

4.247 Rumah Belum Teraliri Listrik, Bupati Solok ‘Gunjah’ Kementerian ESDM

Jumat, 11 Juli 2025
.


Jakarta, fajarsumbar.com – Pemerintah Kabupaten Solok terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya akses energi listrik bagi masyarakat tidak mampu. Salah satu langkah konkret dilakukan Bupati Solok, Jon Firman Pandu, dengan melakukan kunjungan koordinasi ke Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI di Jakarta, Rabu (9/7/2025).


Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Bupati Jon Firman secara resmi mengusulkan agar sebanyak 4.247 rumah tangga di Kabupaten Solok dimasukkan ke dalam program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang digulirkan oleh pemerintah pusat.


“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Solok, terutama yang selama ini belum memiliki sambungan listrik layak, dapat merasakan keadilan pembangunan. Ini bagian dari hak dasar yang harus dipenuhi,” ujar Bupati Jon usai pertemuan.


Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Solok itu disambut langsung oleh Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Wanhar, beserta jajaran pejabat teknis di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan. Selain usulan BPBL, Bupati juga membawa sejumlah agenda strategis lainnya, termasuk rencana pembangunan jaringan listrik baru, peningkatan daya, serta penguatan pasokan listrik di wilayah-wilayah prioritas, seperti kawasan pertanian dan sentra UMKM.


Direktur Wanhar menyambut positif seluruh masukan yang disampaikan. Ia mengapresiasi inisiatif Pemkab Solok yang aktif menjembatani kebutuhan warganya dengan pemerintah pusat. Menurutnya, upaya ini sejalan dengan misi Kementerian ESDM dalam meningkatkan rasio elektrifikasi nasional dan menciptakan akses energi yang merata dan berkelanjutan.


“Usulan dari Kabupaten Solok akan kami kaji dan prioritaskan sesuai dengan kriteria teknis dan sosial. Prinsipnya, kita ingin energi listrik tidak lagi menjadi barang langka, terutama di wilayah pedesaan,” ujar Wanhar.


Sebagai informasi, program BPBL merupakan bagian dari upaya nasional untuk menghadirkan listrik gratis bagi masyarakat tidak mampu. Program ini telah menyasar berbagai daerah tertinggal, terpencil, dan terluar (3T), serta kabupaten/kota yang masih memiliki rasio elektrifikasi di bawah target nasional.


Langkah cepat yang diambil Bupati Solok ini mendapat dukungan penuh dari Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat, yang sebelumnya juga telah menginventarisasi rumah tangga penerima potensial BPBL di wilayah Kabupaten Solok.


Dengan tersalurkannya bantuan listrik bagi ribuan warga, Pemkab Solok berharap akan tercipta dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup, produktivitas ekonomi rumah tangga, serta pengurangan kesenjangan akses infrastruktur antarwilayah.(def)