Padang Panjang Dapat Kucuran Program Irigasi dari Kementerian PUPR, Enam Lokasi Siap Direhabilitasi -->

AdSense New

Padang Panjang Dapat Kucuran Program Irigasi dari Kementerian PUPR, Enam Lokasi Siap Direhabilitasi

Selasa, 08 Juli 2025

 

Sejumlah petani membersihkan irigasi.


Padang Panjang, fajarsumbar.com — Pemerintah Kota Padang Panjang kembali meraih perhatian pemerintah pusat. Kali ini, enam daerah irigasi di kota berhawa sejuk tersebut ditetapkan sebagai penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2025 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


Adapun enam titik irigasi yang akan menerima program tersebut yakni Batang Pekah di Kelurahan Ekor Lubuk, Cubadak Gadang, Sawah Labuah, Solok Panjang, serta Sigata di Kelurahan Ganting, dan Bulakan Dalam di Kelurahan Sigando.


Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menyambut baik kabar ini. Ia mengapresiasi perjuangan Wakil Ketua DPRD Padang Panjang, Mardiansyah, yang dinilai berperan besar dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga program strategis ini akhirnya dikucurkan untuk Padang Panjang.


“Saya sangat menghargai kerja keras beliau. Program ini jelas berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya petani,” kata Hendri, Senin (7/7).


Mardiansyah dalam keterangannya menjelaskan, P3-TGAI merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan melalui perbaikan dan pembangunan sistem irigasi di berbagai daerah. Ia berharap program ini akan memberi manfaat nyata bagi para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

“Ini adalah angin segar bagi masyarakat, terutama petani. Irigasi yang baik adalah kunci utama peningkatan hasil panen. Program ini mendukung langsung upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian,” ujar Mardiansyah.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPR RI, Athari Gauthi Ardi, yang turut berperan melalui pokok-pokok pikirannya (Pokir) di tingkat pusat sehingga program ini bisa direalisasikan di Padang Panjang.


Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Panjang, Wita Desi Susanti, menuturkan bahwa masing-masing daerah irigasi akan menerima alokasi bantuan hingga maksimal Rp195 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi, peningkatan, atau pembangunan jaringan irigasi, sesuai kebutuhan lapangan di masing-masing lokasi.


Menurutnya, kehadiran program P3-TGAI sangat meringankan beban pembiayaan pembangunan infrastruktur irigasi yang selama ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.


“Ini sangat membantu Pemko dalam menyelesaikan persoalan klasik yang dihadapi para petani. Terlebih, ini selaras dengan visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yaitu mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui pembangunan infrastruktur pertanian,” ungkap Wita.


Ia berharap, ke depan lebih banyak lagi program pusat yang bisa disinergikan untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor di Padang Panjang, khususnya sektor pertanian yang menjadi salah satu tumpuan perekonomian masyarakat.


Program P3-TGAI sendiri merupakan salah satu program padat karya Kementerian PUPR yang bertujuan memberdayakan petani dalam membangun dan memperbaiki infrastruktur irigasi secara swakelola, sehingga manfaatnya tidak hanya pada fisik saluran, tetapi juga pada peningkatan pendapatan masyarakat desa.


Dengan masuknya Padang Panjang dalam daftar penerima P3-TGAI 2025, diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan turut menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.(*)