![]() |
| . |
Solok, fajarsumbar.com – Pemerintah Kabupaten Solok menggelar audiensi penting terkait rencana pengembangan energi panas bumi (geothermal) di wilayah Kecamatan X Koto Singkarak. Pertemuan dilangsungkan di Kantor Bupati Solok, Arosuka, pada Rabu (9/7/2025), dan melibatkan berbagai pihak terkait.
Audiensi ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, didampingi Asisten II Deni Prihatni. Hadir pula sejumlah pejabat seperti Kepala ESDM Provinsi Sumbar (mewakili Inzuddin), Kepala Dinas Kominfo Teta Midra, Kepala Kesbangpol Donly Wance Lubis, Camat X Koto Singkarak Chrismon Darma, serta pejabat teknis dari sejumlah OPD dan instansi terkait.
Dari pihak investor, PT EDC Panas Bumi Indonesia diwakili oleh Zulfikar. Kehadiran investor ini menjadi bagian dari upaya transparansi dan dialog terbuka dalam menjelaskan tahapan proyek yang akan dijalankan, terutama menyikapi kekhawatiran masyarakat.
Wakil Bupati H. Candra mengakui masih ada resistensi dari masyarakat terkait rencana pengeboran panas bumi di sejumlah titik, antara lain di Jorong Kasiak, Limo Niniak, dan Ujuang Ladang. Ia menekankan pentingnya edukasi publik berbasis data dan ilmu pengetahuan.
"Kami menyadari masih ada kekhawatiran. Oleh karena itu, kami usulkan pembuatan film dokumenter sebagai media sosialisasi yang lebih komprehensif, agar masyarakat memahami proses pengeboran, pengelolaan limbah, dan dampak lingkungannya secara ilmiah," ujar Candra.
Asisten II Deni Prihatni menambahkan bahwa secara teknis, lokasi pengeboran sudah dikaji dan berada cukup jauh dari kawasan pemukiman maupun destinasi wisata seperti Air Panas Boluluang. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan investor agar pendekatan yang dilakukan tetap humanis.
Sementara itu, perwakilan PT EDC Panas Bumi Indonesia, Zulfikar, menyatakan komitmennya untuk bersikap terbuka dan hati-hati dalam menjalankan setiap tahapan proyek, termasuk studi kelayakan yang sedang berlangsung.
“Kami sangat menghargai terbukanya ruang dialog seperti ini. Proyek geothermal ini tidak hanya bertujuan menyediakan energi bersih nasional, tapi juga membuka potensi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar,” ujar Zulfikar.
Camat X Koto Singkarak Chrismon Darma menyampaikan keprihatinan atas merebaknya isu-isu yang belum berdasar dan bahkan mengarah pada ajakan unjuk rasa. Ia menegaskan bahwa proses eksplorasi belum dimulai, namun spanduk penolakan sudah bermunculan di beberapa lokasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mengedepankan komunikasi. Pemerintah kecamatan terus melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan pihak nagari demi menjaga stabilitas sosial,” ujarnya.
Seluruh masukan, catatan, dan hasil diskusi dalam audiensi ini akan disampaikan kepada Bupati Solok. Hal ini menjadi bahan dasar untuk menyusun strategi sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat seputar rencana eksplorasi energi panas bumi tersebut.(def)
Komentar