![]() |
| . |
Agam, fajarsumbar.com – Kesadaran masyarakat untuk tertib administrasi kendaraan bermotor kembali menjadi fokus perhatian pemerintah daerah bersama mitra terkait. Pada Jumat (22/8), Samsat Kabupaten Agam menggelar operasi gabungan di dua titik, yakni Koto Panjang, Kecamatan Tanjung Raya, serta Simpang Tembok, Kecamatan Lubuk Basung.
Operasi ini melibatkan jajaran Polres Agam, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Agam, dan PT Jasa Raharja Cabang Bukittinggi. Sasaran utama kegiatan adalah pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di kawasan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan, mulai dari STNK, bukti pelunasan Pajak Kendaraan Bermotor, hingga kelayakan perlengkapan keselamatan. Selain penindakan, masyarakat juga mendapat edukasi mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sekaligus manfaat dari membayar pajak kendaraan secara tepat waktu.
Kepala Cabang PT Jasa Raharja Bukittinggi, Fravasta Andreas R.K., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penertiban, melainkan langkah bersama untuk membangun budaya tertib di jalan raya.
“Kepatuhan membayar pajak kendaraan dan melengkapi dokumen bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan daerah, sementara dokumen yang lengkap melindungi pengendara dari risiko hukum maupun kecelakaan,” ujarnya.
Fravasta juga menambahkan bahwa sebagian dana dari pajak kendaraan bermotor digunakan untuk memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, keteraturan administrasi kendaraan memiliki kaitan erat dengan keselamatan diri dan keluarga.
Kegiatan yang berlangsung tertib itu diapresiasi masyarakat setempat. Banyak pengendara yang mengaku mendapat pemahaman baru mengenai fungsi strategis pajak kendaraan. Mereka menilai operasi semacam ini penting sebagai pengingat agar tidak abai terhadap kewajiban administrasi kendaraan.
Samsat Kabupaten Agam bersama Jasa Raharja menegaskan bahwa operasi gabungan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala. Selain untuk meningkatkan kepatuhan, langkah ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya disiplin berlalu lintas.
Dengan adanya sinergi lintas instansi ini, diharapkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan terus meningkat. Pada akhirnya, ketertiban tersebut akan berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah sekaligus menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman di Kabupaten Agam.(*)
Komentar