Wabup Dharmasraya Leliarni Serahkan Bantuan kepada 30 Pasien RSUD Sungai Dareh -->

AdSense New

Wabup Dharmasraya Leliarni Serahkan Bantuan kepada 30 Pasien RSUD Sungai Dareh

Kamis, 21 Agustus 2025
.


Dharmasraya, fajarsumbar.com – Wakil Bupati Dharmasraya, Leliarni, S.Pd., M.Si., menyerahkan langsung bantuan kemanusiaan dari Yayasan Majelis Zikir Qolbun Salim kepada 30 pasien yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh, Kamis (21/8/2025).


Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga pasien yang tengah berjaga di rumah sakit. Meski sebagian besar pasien sudah ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), namun kebutuhan keluarga yang mendampingi tentu tidak bisa diabaikan.


“Bantuan ini sangat berarti, bukan hanya bagi pasien tetapi juga bagi keluarga yang sedang berjuang mendampingi. Kami sangat mengapresiasi langkah nyata dari Yayasan Qolbun Salim yang terus hadir untuk meringankan beban masyarakat,” ungkap Leliarni usai penyerahan bantuan.


Ia menambahkan, kepedulian sosial seperti ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga sosial mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Semoga Yayasan Qolbun Salim selalu konsisten dalam menebar manfaat dan semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut berbagi,” lanjutnya.


Sementara itu, Ketua Yayasan Qolbun Salim, Miyarso, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk ikhtiar pihaknya untuk hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.


“Alhamdulillah, kami bersyukur diberi kesempatan untuk sedikit meringankan beban keluarga pasien. Insya Allah, setelah ini kami juga akan menyalurkan bantuan untuk pasien cuci darah dengan sistem on call agar lebih tepat sasaran,” jelasnya.


Penyerahan bantuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Pemerintah daerah berharap semakin banyak lembaga sosial maupun pihak swasta yang memiliki kelebihan rezeki untuk ikut berpartisipasi. Dengan demikian, tidak ada lagi keluarga pasien yang merasa sendirian ketika menghadapi cobaan sakit.(Fani SA)