![]() |
| Momen penyerahan hadiah kepada para pemenang turnamen "Era Baru Tenis 2025" yang diselenggarakan di Sawahlunto. (foto/istimewa) |
Sawahlunto, fajarsumbar.com — Ajang bergengsi "Era Baru Tenis Tennis Tournament Beginner Bronze 2025" yang menutup tirai pertandingannya pada Minggu, 7 Desember 2025, di Lapangan Tenis Outdoor dan Indoor Saringan Sawahlunto, sukses menjadi panggung pertempuran sengit para petenis pemula dari berbagai penjuru Sumatera Barat.
Di tengah tingginya antusiasme, dengan partisipasi mencapai kurang lebih 144 orang, turnamen yang diawasi ketat oleh Referee Frengki Jerri Putra ini secara menonjol mengukuhkan dominasi atlet-atlet tuan rumah, Sawahlunto, khususnya dalam kategori putri dan campuran.
Diselenggarakan sebagai bagian integral dari perayaan Hari Jadi Kota Sawahlunto yang ke-137, kompetisi ini mencatat sejarah sebagai kali pertama turnamen khusus pemula digelar dengan konsep yang inklusif dan ramah hobbyist. Pembukaan acara pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Mining Town Tennis Club (MTTC) Sawahlunto, dilakukan secara langsung oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, didampingi Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah.
Dominasi Tuan Rumah di Lapangan Ganda
Meskipun menunjukkan performa yang kuat, tuan rumah harus mengakui keunggulan kontestan luar di Kategori Ganda Putera. Gelar Juara 1 berhasil diraih oleh pasangan tangguh Havit Biga dan Rahman dari Lubuk Sikaping, yang menampilkan permainan konsisten dan strategis. Pasangan Sawahlunto, Jorda/Rozi, harus puas menempati posisi Juara 2 setelah pertarungan final yang ketat. Podium Ganda Putera tetap diwarnai kehadiran lokal, dengan pasangan Deswanda/Heri dari Sawahlunto berbagi posisi Juara 3 Bersama dengan Yomi/Uri dari PTWP PA Payakumbuh.
Berbeda dengan putera, Kategori Ganda Puteri menjadi ajang pertunjukan kekuatan penuh bagi atlet-atlet Sawahlunto. Pasangan Ria/Aik tampil cemerlang dan dinobatkan sebagai Juara 1, mengamankan gelar di hadapan publik sendiri setelah menundukkan sesama wakil Sawahlunto, Desdi/Titin, yang meraih Juara 2. Dominasi lokal semakin terasa di posisi Juara 3 Bersama, yang diisi oleh pasangan Nelly/Emi dari Sawahlunto dan pasangan Annisa/Welly, satu-satunya wakil luar dari PTWP PN Bukittinggi yang berhasil menembus jajaran juara kategori ini.
Kegembiraan tuan rumah berlanjut di Kategori Ganda Campuran, di mana pasangan lokal, Dessy/Jorda, muncul sebagai kuda hitam dan berhasil merebut gelar Juara 1. Mereka menunjukkan chemistry dan koordinasi yang luar biasa untuk mengalahkan Miftha/Adit dari Bukittinggi yang meraih Juara 2. Prestasi antar daerah tersebar di posisi Juara 3 Bersama, yang diraih oleh pasangan Yosa/Yomi dari PTWP PA Payakumbuh dan pasangan Iche/Ibrahim yang mewakili kota Padang.
Semangat Regenerasi dan Donasi Kemanusiaan
Kompetisi dua hari ini tidak hanya berfokus pada gelar, tetapi juga pada semangat hobbyist sejati. Fokus utama pertandingan, Kategori Ganda Perorangan Komunitas Se-Sumatera Barat (Bronze Ganda Putra, Putri, dan Mix), secara ketat membatasi partisipasi bagi mantan atau atlet aktif yang pernah berlaga di kejuaraan formal sekelas Porkot, Porprov, PON, atau Kejuaraan Kelompok Umur, demi menjaga integritas kompetisi bagi pemain non-profesional.
Wali Kota Riyanda Putra dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif MTTC dan panitia dalam menggelar turnamen berkonsep segar yang memotivasi masyarakat. Beliau menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto untuk mendukung penuh kegiatan olahraga sebagai fondasi penciptaan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Kesuksesan turnamen ini ditegaskan dengan total hadiah yang menggiurkan, mencapai angka Rp 21.000.000,-, dengan rincian hadiah bagi Juara I, II, dan III per kategori masing-masing senilai Rp 3.000.000,-, Rp 2.000.000,-, dan Rp 1.000.000,-. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, serta kontribusi substantif dari General Manager PTBA UPO, Yulfaizon, dan Ketua PELTI Sawahlunto, Zamril Firdaus, khususnya dukungan finansial dan logistik dari perusahaan besar seperti Bukit Asam, menggarisbawahi komitmen kolektif untuk memajukan tenis di wilayah tersebut.
Lebih dari sekadar kompetisi, Ketua Panitia Pelaksana, Deriansyah, mengungkapkan bahwa "Era Baru Tenis 2025" mengusung misi mulia donasi. Seluruh hasil yang terkumpul dari turnamen ini akan disalurkan sepenuhnya untuk membantu para korban bencana yang saat ini melanda berbagai wilayah di Sumatera Barat.
Wakil Ketua III KONI Kota Sawahlunto, Heru Apri Oval, menyambut baik konsep donasi kemanusiaan ini, berharap kegiatan ini mencapai kesuksesan ganda: sebagai ajang kompetisi hebat dan sebagai momentum regenerasi untuk melahirkan bibit-bibit atlet tenis bagi Kota Sawahlunto.
Dengan rampungnya "Era Baru Tennis Tournament," Sawahlunto tidak hanya memperkuat citranya sebagai kota yang aktif dan sehat, tetapi juga menancapkan harapan untuk melahirkan bakat-bakat baru di kancah tenis yang lebih tinggi, semuanya berlandaskan semangat kebersamaan dan kepedulian. (ton)
Komentar